Barometer Bali | Jembrana – Dalam sehari petugas gabungan mengevakuasi dua mayat dari perairan Selat Bali, Minggu (01/02/26). Mayat Pertama ditemukan pada pagi hari, jasad tersebut dibawa ke Banyuwangi. Satu jasad lagi ditemukan siang hari, setelah dievakuasi di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Negara, Jembrana. Kedua mayat tersebut merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Juli lalu, pasalnya Kedua jenazah tersebut ditemukan paca pengangkatan bangkai kapal.
Dari informasi yang diperoleh, penemuan jenazah pertama berawal dari personil TNI Angkatan Laut Pos Gilimanuk melakukan pemantauan aktivitas pengangkatan serpihakan KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Saat sedang pemantauan, personil melihat adanya jenazah disekitar lokasi evakuasi bangkai kapal.
“Saat pengangkatan bangkai truk warna kuning, muncul jenazah kepermukaan yang diduga korban tenggelamnya KMP Tunu, sempat terseret lalu kita evakuasi ke pantai Gilimanuk, depan kantor Pos AL Gilimanuk,” jelas Kepaa Pos (Kapos) AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, saat dikonfirmasi, Minggu Siang.
Lanjutnya, setelah dievakuasi jenazah tersebut diserahkan kepada Polairud Polres Jembrana untuk ditindaklanjuti. Selanjutnya jenazah tersebut diserahkan ke Polairud Polres Banyuwangi guna menjalani pemeriksaan lanjutan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara mayat kedua pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.25 Wita, sekitar 300 meter dari Dermaga LCm Pelabuhan Gilimanuk. Petugas bagungan dari TNI AL Pos Gilimanuk dan Polairud Polres Jembrana melakukan evakuasi jenazah tersebut.
Jenazah berhasil dibawa ke pinggir sekitar pukul 16.00 Wita melalui Pelabuhan Gilimanuk. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Negara menggunakan mobil ambulance Sidokes Polres Jembrana.
“Kita melakukan proses evakuasi penemuan mayat kedua, sementara kita bawa ke RSUD Negara,”ujar Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta.
AKP Suparta menjelaskan, jenazah kedua lebih kepada potongan tubuh karena saat ditemukan sudah tidak utuh. Potongan tersebut hanya tubuh dibagian bawah namun tanpa kaki. Jenazah tersebut masih menggunakan celana pendek.
“Bagian ubuh dari perut kebawah hingga paha, menggunakan celana pendek warna hitam dan celana dalam. Sudah dilakukan pemeriksaan di RSUD Negara oleh Tim Dokter Rumah Sakit, Dokes dan Inafis Polres Jembrana,” bebernya.
Meski ada dugaan kuat kedua jenazah tersebut merupakan korban tenggelanya KMP Tunu, namun aparat kepolisian belum berani memastikan hal tersebut. Saat ini Polres Jembrana terus berkordinasi dengan Polres Banyuwangi guna menanangani temuan jenazah tersebut. (rah)











