Dewa Indra Soroti Pentingnya Perlindungan Adat dan Budaya Bali dalam Implementasi UU PFII

IMG-20260724-WA0076_TCEfjWSR76
Foto: Mahasiswa Magister Pendidikan Seni, Institut Seni Indonesia ISI Bali, I Dewa Made Indra Kumara Jaya, yang menyerukan pentingnya pelindungan adat, tradisi, dan budaya Bali dalam implementasi kebijakan Undang-Undang Provinsi Daerah Khusus Bali (UU PFII). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Pembangunan daerah Bali dinilai harus tetap berpihak pada nilai-nilai kearifan budaya lokal. Hal tersebut ditegaskan oleh mahasiswa Magister Pendidikan Seni, Institut Seni Indonesia ISI Bali, I Dewa Made Indra Kumara Jaya, yang menyerukan pentingnya pelindungan adat, tradisi, dan budaya Bali dalam implementasi kebijakan Undang-Undang Provinsi Daerah Khusus Bali (UU PFII).

Menurut Dewa Made, pelaksanaan pembangunan yang diatur dalam UU PFII tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan capaian investasi semata. Kebijakan tersebut harus memberikan ruang serta perhatian khusus yang memadai bagi pelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Budaya Bali bukan hanya warisan leluhur, melainkan fondasi kehidupan sosial, spiritual, dan pendidikan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan yang berdampak pada pembangunan harus memperhatikan keberadaan desa adat, seniman, pelaku budaya, serta ruang bagi pelestarian budaya yang selama ini menjadi bagian dari identitas Bali, hingga Bali dikenal dunia dan menjadi destinasi pariwisata favorit wisatawan mancanegara,” tegasnya.

Berita Terkait:  Dipecat Perusahaan, Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual di LPK Tabanan Masih Diselidiki Polisi

Menembus Keterbatasan: Dedikasi Budaya di Tengah Perjuangan Kesehatan

Gagasan dan perhatian mendalam terhadap budaya Bali ini menjadi cerminan nyata dari ketangguhan sosok Dewa Made. Di balik kiprah akademis dan kepedulian budayanya, ia menyimpan kisah perjuangan hidup yang luar biasa.

Sejak divonis mengidap gagal ginjal stadium pada 4 April 2025 dan harus menjalani terapi hemodialisis (cuci darah) secara rutin, keterbatasan fisik tak pernah menyurutkan langkahnya. Dewa Made tetap aktif berkontribusi dalam gerakan pelestarian budaya sekaligus menjaga komitmen tingginya di dunia pendidikan.

Berita Terkait:  Modus Janjikan Bansos dan Bedah Rumah, Pria Asal Buleleng Dibekuk Polres Jembrana

Kerja keras dan daya juang tersebut terbukti nyata saat ia berhasil menyelesaikan dan mempertanggungjawabkan karya ilmiahnya dalam ujian seminar hasil penelitian tesis pada 17 Juli lalu. Dedikasi ini menegaskan bahwa perjuangan melawan penyakit tidak menghalanginya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Mendorong Pembangunan Berkelanjutan yang Berbasis Budaya

Sebagai akademisi di bidang pendidikan seni, Dewa Made menekankan bahwa seni dan budaya memegang peranan strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah agar menghadirkan keberpihakan nyata melalui penguatan pendidikan seni, perlindungan terhadap seniman dan partisipasi inklusif. Ia berharap pemerintah membuka ruang dialog yang harmonis agar penerapan UU PFII dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal budaya Bali.

Berita Terkait:  Ngaku Wartawan, Pria Asal Depok Diduga Ancam dan Aniaya Tamu Hotel di Kuta

“Pembangunan yang berkelanjutan adalah perkembangan yang tidak hanya menghasilkan kemajuan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya sebagai jati diri bangsa,” pungkasnya.

Melalui keteladanan semangat hidup dan pemikirannya, Dewa Made membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan dan kelestarian warisan budaya Bali, dan harapannya,

“Semoga melaui kebijakan UU PFII ini senantiasa dapat memperkuat perlindungan kearifan lokal serta merawat identitas kebudayaan Bali agar tetap harmonis dan lestari di tengah pesatnya arus dinamika perubahan zaman,”pungkas Dewa Made. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI