Barometer Bali | Badung – Bali Friendship Hockey Festival kembali digelar dengan melibatkan atlet hoki dari berbagai daerah di Indonesia hingga peserta mancanegara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 September 2026, di Lapangan Banteng Seminyak ini menjadi ajang kompetisi sekaligus wadah pembinaan atlet dan penguatan kolaborasi internasional.
Ketua Federasi Hoki Indonesia (FHI) Bali, Dr. Anak Agung Ngurah Jayakusuma, mengatakan Bali Friendship Hockey Festival merupakan festival sekaligus turnamen hoki yang mempertemukan pemain dari hampir seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini namanya Bali Friendship Hockey Festival. Jadi, festival hoki, turnamen hoki yang melibatkan pemain dari hampir seluruh Indonesia, kemudian juga pemain hoki internasional,”ujar Ngurah Jayakusama, pada Sabtu (12/9/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, festival tersebut turut diikuti tim dari Australia, Malaysia, dan Singapura. Sementara dari dalam negeri, sejumlah pemain dan tim dari Yogyakarta, Bandung, serta Surabaya juga ambil bagian.
Menurut Jayakusuma, keterlibatan peserta dari berbagai daerah dan negara menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas olahraga hoki, khususnya di Bali.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga diikuti tim dari sejumlah kabupaten/kota di Bali. Saat ini, terdapat enam daerah yang telah memiliki tim hoki, di antaranya Badung, Denpasar, Jembrana, Gianyar, Tabanan dan Buleleng.
“Tujuan dari kegiatan ini selama dua hari adalah selain untuk meningkatkan kolaborasi antar-atlet dan antar-pengurus, juga meningkatkan hubungan serta belajar bermain hoki secara profesional,” jelasnya.
Lebih lanjut, AA Ngurah Jayakusuma berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk mencetak atlet-atlet hoki yang mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Tujuannya adalah kita akan mencetak atlet-atlet hoki, baik yang nanti akan berkiprah di tingkat lokal, nasional, bahkan nanti internasional,” katanya.
Selain pembinaan prestasi, Bali Friendship Hockey Festival juga menjadi momentum untuk membangun kolaborasi hoki dengan negara lain. Kehadiran tim internasional dinilai memberikan kesempatan kepada atlet Bali untuk bertukar pengalaman dan mempelajari perkembangan olahraga hoki secara lebih luas.
“Ini adalah kolaborasi hoki internasional. Tujuannya adalah saling belajar, memberikan pelajaran, dan juga saling mengambil manfaat,” ungkap Jayakusuma.
Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Provinsi Bali, Maryoto Subekti memberikan apresiasi terhadap perkembangan olahraga hoki di Bali. Ia mengatakan penyelenggaraan festival tersebut menunjukkan perkembangan yang semakin baik dari tahun ke tahun.
“KONI sangat memberikan apresiasi yang sangat luar biasa terhadap hoki ini. Kita menghadiri acara ini bukan yang pertama, ini yang kedua dan makin hari makin bagus,” kata Maryoto.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta serta tingginya antusiasme atlet menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga hoki di Bali.
“Peserta juga saya lihat makin banyak dan antusiasme daripada peserta luar biasa. Mudah-mudahan ke depan lebih baik. Selamat untuk hoki,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti Bali Friendship Hockey Festival dapat melahirkan atlet-atlet Bali yang mampu bersaing di berbagai level kejuaraan.
“Kita mengharapkan melalui kegiatan-kegiatan ini akan lahir atlet-atlet Bali yang nanti bisa bersaing di nasional maupun internasional,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengalaman para atlet dalam mengikuti berbagai event menjadi modal penting untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.
“Kita akan memperhatikan seluruh atlet dan organisasi yang melaksanakan pembinaan terhadap prestasi. Apalagi hoki ini ada dipertandingkan di PON. Kita akan support ini,” tegasnya.
Tak hanya berorientasi pada prestasi, FHI Bali juga melihat olahraga hoki memiliki peluang besar untuk mendukung sektor pariwisata Bali.
AA Ngurah Jayakusama, mengatakan kehadiran peserta dari luar Bali maupun mancanegara secara tidak langsung memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Para peserta yang datang untuk mengikuti pertandingan juga memiliki kesempatan menikmati berbagai destinasi wisata di Pulau Dewata.
“Yang paling penting adalah sport tourism. Hoki ini mempunyai visi untuk meningkatkan destinasi pariwisata di Bali,” ujarnya.
Menurutnya, Bali selama ini dikenal sebagai destinasi pariwisata, namun pengembangan kegiatan olahraga juga dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kualitas pariwisata.
“Dengan demikian, Bali dikenal tidak saja dengan pusat-pusat kegiatan pariwisata yang lain, tapi olahraga pun sebenarnya bisa meningkatkan pariwisata, quality of tourism,” pungkasnya. (rian)










