Barometerbali.com | Denpasar – Tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam sering dianggap sudah cukup untuk mendapatkan istirahat yang baik.
Namun, durasi tidur ternyata bukan satu-satunya hal yang menentukan apakah seseorang mendapatkan tidur berkualitas.
Kualitas tidur juga berkaitan dengan seberapa baik seseorang dapat tertidur, mempertahankan tidurnya sepanjang malam, melewati siklus tidur secara normal, hingga merasa segar ketika bangun.
Dokter dari RSUP Dr. M. Djamil, dr. Eldi, menjelaskan bahwa kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya seseorang tidur.
“Tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga bagaimana siklus tidur NREM dan REM berlangsung secara sempurna sesuai fisiologi tidur,” jelas dr. Eldi, dikutip dari unggahan resmi Kemenkes.
Fase NREM dan REM memiliki fungsi berbeda dalam proses pemulihan tubuh dan otak.
Karena itu, seseorang yang menghabiskan waktu cukup lama di tempat tidur belum tentu mendapatkan istirahat yang optimal apabila tidurnya sering terbangun atau mengalami gangguan.
Lingkungan Tidur Ikut Menentukan
Salah satu faktor yang kerap luput diperhatikan adalah lingkungan tempat tidur.
Kondisi kamar, termasuk pencahayaan, suara, suhu, hingga kenyamanan tempat tidur, dapat memengaruhi kualitas istirahat.
Kementerian Kesehatan menyebut lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu seseorang memperoleh tidur yang lebih baik.
Ruangan yang gelap, tenang, dan memiliki suhu yang nyaman menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
Kenyamanan tempat tidur juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik masing-masing orang.
Kasur dan bantal yang memberikan dukungan sesuai kebutuhan tubuh dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang berpotensi mengganggu tidur.
Hal ini juga sejalan dengan edukasi kesehatan dari RSUP Dr. Kariadi yang menempatkan tidur berkualitas sebagai bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan fisik dan mental.
Suhu Kamar hingga Kebiasaan Sebelum Tidur
Selain kasur, suhu kamar menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan.
Tubuh secara alami mengalami perubahan suhu ketika memasuki fase tidur, sehingga lingkungan yang terlalu panas atau tidak nyaman dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan tidur.
Kementerian Kesehatan juga menyarankan agar suhu kamar disesuaikan dengan tingkat kenyamanan masing-masing.
Selain itu, kebiasaan seperti menjaga jadwal tidur dan bangun yang konsisten serta memberikan waktu untuk tubuh melakukan relaksasi sebelum tidur juga dapat membantu membangun pola tidur yang lebih sehat.
Memilih Kasur Sesuai Kebutuhan Tubuh
Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap kualitas tidur, pilihan kasur juga berkembang.
Kasur tidak lagi hanya dipandang dari tingkat empuk atau kerasnya, tetapi juga dari konstruksi, material, dukungan terhadap tubuh, hingga kemampuan menjaga kenyamanan selama tidur.
Pendekatan tersebut turut menjadi bagian dari pengembangan Verve Collection dari Elite Springbed yang diperkenalkan setelah perjalanan empat dekade di Indonesia.
Koleksi ini terdiri dari tujuh varian dengan karakter dan konstruksi berbeda, yaitu Velmora, Velmont, Velora, Velton, Velcore Extra Firm, Velcore Firm, dan Veluna.
Beberapa varian menggunakan konstruksi Euro Top dan Plush Top, sementara Velcore hadir dengan pilihan Firm dan Extra Firm yang disebut sebagai kasur ortopedik.
Ada pula Veluna yang mengusung konsep 2-in-1 Multibed untuk kebutuhan ruang yang lebih fleksibel.
Elite juga mengembangkan Elite Smart Comfort System yang menggabungkan sejumlah elemen, seperti Ultraflex LFK Spring System, Ultracel, Next-Gen High Tech Foam, Premium Knitted Fabric, Latex Layer, dan Sanitized.
Menurut Oscar Siregar, Head of Brand Development Elite Springbed, pengembangan Verve Collection merupakan bagian dari perjalanan riset dan pengembangan Elite selama empat dekade untuk menghadirkan kasur yang memadukan teknologi, daya tahan, dan kenyamanan.
Pada akhirnya, mendapatkan tidur berkualitas tidak hanya bergantung pada berapa lama seseorang berada di tempat tidur.
Pola tidur yang konsisten, kondisi kamar, suhu, kebiasaan sebelum tidur, serta kenyamanan tempat tidur merupakan beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menciptakan lingkungan istirahat yang lebih mendukung.
Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan seperti sering terbangun, sulit tidur, atau tetap merasa tidak segar meski sudah tidur cukup, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan faktor medis tertentu dan sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan. (ari)











