Warnai Perayaan Iduladha, LDII Bali Lestarikan Tradisi “Ngejot”

Screenshot_20250606_221014_InCollage - Collage Maker
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali kembali menggelar tradisi ngejot—berbagi daging kurban kepada warga non-Muslim sebagai bentuk silaturahmi dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan di kawasan Kantor LDII Bali, Jalan Padang Griya II No. 1, Padangsambian, Denpasar, Jumat (6/6/2025). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah di Bali tak hanya menjadi momen religius bagi umat Muslim, tetapi juga simbol kuat kerukunan antarumat beragama. Di tengah hiruk-pikuk perayaan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali kembali menggelar tradisi ngejot—berbagi daging kurban kepada warga non-Muslim sebagai bentuk silaturahmi dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan.

Tradisi ini berlangsung di kawasan Kantor LDII Bali, Jalan Padang Griya II No. 1, Padangsambian, Denpasar, Jumat (6/6/2025). Mengusung tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dan toleransi yang telah tumbuh lama di tengah masyarakat Bali.

“Kami berusaha agar semua warga bisa merasakan berkah kurban. Kami juga bekerja sama dengan kepala lingkungan untuk memastikan pendataan warga berjalan baik,” ucap Haji Olih Solihat Karso, Ketua LDII Bali didampingi wakilnya Haji Agus Purmadi dan Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia yang juga Ketua Majelis Desa Adat Bali (Bandesa Agung), Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.

Berita Terkait:  Perkuat Sinergi, Bupati Satria Hadiri Pelantikan Pengurus MUI Klungkung dan Rakerda I 2025-2030

Tahun ini, LDII menyembelih 145 ekor sapi dan 273 ekor kambing, yang berasal dari sumbangan masyarakat. Daging kurban dibagikan dalam sekitar 10.000 paket, dengan lebih dari 200 paket diantar langsung ke rumah warga non-Muslim melalui tradisi ngejot.

Tradisi ngejot—yang dalam bahasa Bali berarti membagi—ternyata telah berlangsung sejak abad ke-15. Ketua FKUB Indonesia Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, menjelaskan bahwa tradisi ini telah ada sejak masa pemerintahan Ida Dalem Waturenggong, Raja Bali ke-IV.

Berita Terkait:  Penanganan Sampah Pantai Tak Boleh Seremonial, Koster Minta Satgas Siaga Penuh

“Saat itu, umat Islam dari Blambangan diajak menetap di Kampung Gelgel, dan di sanalah tradisi ngejot ini mulai dikembangkan sebagai bentuk kerukunan antar-agama dan antar-suku bangsa. Ini kekuatan Indonesia,” terangnnya.

Sukahet juga menilai bahwa nilai ukhuwah islamiyah dalam Islam sejalan dengan konsep menyama braya dalam Hindu—keduanya menekankan pentingnya persaudaraan dan saling tolong-menolong, meski berbeda keyakinan.

“Di Bali, dalam satu keluarga saja bisa terdiri dari berbagai agama, tetapi tetap rukun. Agama tidak memusnahkan persaudaraan, justru memupuknya. Itu makna sejati dari ‘ikhlas berkorban dan ikhlas berbagi’,” tambahnya.

Tradisi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu warga penerima, Gusti Ayu Anjani (49), mengaku bersyukur atas perhatian dari tetangga Muslimnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Hadiri Perayaan Imlek 2026, Momen Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Ekraf dan Peningkatan SDM

“Setiap tahun saya dapat daging. Saya ucapkan Selamat Iduladha untuk umat Muslim, semoga kita semua sehat dan selalu rukun,” ujarnya.

Senada dengan itu, Anak Agung Suarta (60), warga Bali yang berada di belakang gedung LDII menyebut dirinya sudah menerima daging kurban sejak tahun 1990-an. Ia biasa mengolah daging menjadi sop atau serundeng untuk dinikmati bersama keluarga.

“Ini tradisi luar biasa yang ada di Indonesia. Bentuk kebersamaan ini harus kita pupuk selamanya,” ungkap Suarta.

Perayaan Iduladha di Bali tahun ini tak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga panggung nyata bagi semangat toleransi, memperlihatkan bahwa keberagaman bukan sekadar fakta sosial—melainkan sumber kekuatan dan persatuan yang hidup dalam budaya masyarakat. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI