Barometer Bali | Badung – Ajang pariwisata internasional terbesar di Indonesia, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, resmi dibuka di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Kamis (28/5/2026).
Pameran business-to-business (B2B) yang berlangsung hingga 30 Mei 2026 ini kembali mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan buyer internasional dari berbagai negara untuk menjalin kerja sama bisnis dan memperluas pasar wisata Indonesia dengan potensi transaksi capai Rp8 triliun.
Diselenggarakan oleh ASITA Bali, BBTF telah menjadi platform strategis yang konsisten digelar selama lebih dari satu dekade. Event ini dikenal sebagai jembatan utama yang menghubungkan pelaku industri pariwisata nasional dengan pasar global sekaligus memperkenalkan beragam destinasi unggulan Indonesia kepada dunia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BBTF mengangkat tema “Redefining Indonesia’s Gastronomic Journey: A Celebration of Taste, Cultures, and Sustainable Heritage”, yang menempatkan wisata gastronomi sebagai pintu masuk untuk mengenal kekayaan budaya, tradisi kuliner, serta praktik pariwisata berkelanjutan Indonesia.
Manajer Operasional DTW Jatiluwih John Ketut Panca yang turut mengikuti acara tersebut menilai tema yang diangkat sejalan dengan tren wisata global.
“Tren wisata global di era kekinian semakin mengedepankan pengalaman autentik, eksplorasi kuliner lokal, dan prinsip keberlanjutan dalam perjalanan wisata,” ungkap John.
BBTF 2026 juga menghadirkan agenda utama berupa Travex B2B Meeting pada 29–30 Mei 2026. Melalui skema ini, buyer internasional dapat melakukan pertemuan bisnis terjadwal secara langsung dengan seller Indonesia, mulai dari hotel, resort, destination management company (DMC), atraksi wisata hingga pemerintah daerah.
“Selain memperkuat citra Bali sebagai destinasi global, ajang ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama baru yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi pariwisata nasional,” tandas John Ketut Panca.
Penyelenggaraan BBTF sebelumnya menurut catatan di laman resmi kemlu.go.id mencatat capaian signifikan. Pada tahun 2025, ajang ini berhasil menghadirkan lebih dari 500 buyer internasional dari sekitar 45 negara dan hampir 500 seller dari berbagai daerah di Indonesia. Potensi transaksi yang tercipta mencapai sekitar Rp7,8 triliun, menunjukkan peran penting BBTF dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Melalui BBTF 2026, Bali kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pertemuan industri pariwisata dunia sekaligus gerbang promosi destinasi Indonesia kepada pasar internasional. (red)











