Barometer Bali | Denpasar – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, BPR Kanti menggelar Stakeholder Gathering 2026 di Grand Ballroom Hongkong Garden Restaurant, Denpasar, Senin (1/6/2026).
Mengusung tema “Melalui Transformasi Budaya Perusahaan Berbasis Kearifan Lokal, BPR Kanti Memperkuat Kolaborasi Menuju Masa Depan Berkelanjutan” kegiatan ini menjadi momentum penguatan transformasi budaya perusahaan sekaligus peluncuran logo baru BPR Kanti dan bedah buku Lawar Leadership.
Acara dihadiri Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman, Executive Chairman Paradise Group of Companies Malaysia Dato’ Pardip Kumar Kukreja, serta berbagai pemangku kepentingan dari sektor perbankan, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Salah satu agenda utama adalah Seminar Nasional dan Bedah Buku “Lawar Leadership: Inspirasi Kepemimpinan Peramu Lawar dalam Melakukan Transformasi Budaya Perusahaan” karya Made Arya Amitaba, KS Arsana, dan Ketut Susila Dharma.
Seminar menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh nasional, antara lain KS Arsana, Dr. Roberto Akyuwen, Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, Dr. Gede Pasek Suardika, Prof. Dr. Wayan P. Windia, serta Prof. Dr. Bahrullah Akbar, dengan moderator Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana.
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba menjelaskan, buku tersebut lahir dari keyakinan bahwa transformasi organisasi yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi budaya yang kuat.
“Peluncuran buku ini bukan sekadar penerbitan sebuah karya tulis. Ini adalah deklarasi nilai sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan model kepemimpinan yang tumbuh dari akar budaya sendiri, namun tetap relevan menjawab kebutuhan zaman,” papar Amitaba.
Ia menjelaskan, filosofi lawar dipilih sebagai metafora kepemimpinan karena menggambarkan kemampuan seorang peramu menyatukan berbagai unsur berbeda menjadi satu harmoni yang bernilai. Menurutnya, seorang pemimpin juga harus mampu merangkul beragam karakter, kompetensi, kepentingan, dan visi menjadi kekuatan kolektif yang produktif.
“Seperti halnya peramu lawar yang meracik berbagai bahan dengan komposisi yang tepat hingga menghasilkan cita rasa yang harmonis, seorang pemimpin dituntut mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan bersama. Kepemimpinan bukan hanya soal mengelola organisasi, tetapi merawat harmoni, memuliakan manusia, dan menghadirkan makna di tengah perubahan,” jelasnya.
Melalui konsep Lawar Leadership, BPR Kanti mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Bali seperti ngayah, menyama braya, integritas, harmoni, dan keteladanan sebagai fondasi kepemimpinan modern yang adaptif dan berkelanjutan.
Selain peluncuran buku, BPR Kanti juga memperkenalkan program Corporate Culture Transformation yang ditandai dengan penandatanganan komitmen budaya perusahaan. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, BRIdge Indonesia, dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) guna memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan.
Melalui Stakeholder Gathering 2026, BPR Kanti menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh melalui kolaborasi, inovasi, dan transformasi berbasis kearifan lokal sebagai fondasi menuju organisasi yang tangguh dan berkelanjutan. (rah)










