Optimisme Penjualan Ritel Bali Tetap Terjaga, Hari Raya dan Pariwisata Jadi Pendorong Utama

InCollage_20260721_212448370_shnipR6I4N
Foto: Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali diperkirakan tetap tumbuh positif sepanjang Juni 2026. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali diperkirakan tetap tumbuh positif sepanjang Juni 2026. Momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta konsumsi rumah tangga yang tetap kuat menjadi faktor utama yang menopang optimisme pelaku usaha ritel di Pulau Dewata.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia Provinsi Bali, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Mei 2026 tercatat sebesar 125,7 atau masih berada pada level optimistis (di atas 100). Angka tersebut meningkat 0,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan terutama terjadi pada kategori barang lainnya yang tumbuh 4,1 persen, disusul sandang sebesar 3,7 persen, serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,9 persen. Kondisi tersebut didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), bergairahnya sektor pariwisata, serta konsumsi rumah tangga yang terus menopang permintaan di berbagai sektor ritel.

Berita Terkait:  Buka Rakerprov KONI Bali 2026, Gubernur Koster Minta Fokus Porprov dan Berjuang Rebut Posisi Kelima PON

Memasuki Juni 2026, Bank Indonesia memperkirakan IPR kembali meningkat menjadi 126,3 atau tumbuh 0,4 persen secara bulanan. Kenaikan diperkirakan berasal dari meningkatnya penjualan kategori barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman dan tembakau, serta kategori barang lainnya seiring tingginya permintaan masyarakat selama Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Optimisme pelaku usaha juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). Untuk tiga bulan mendatang atau Agustus 2026, IEP mencapai 190, meningkat dari 172 pada Juli 2026. Sementara IEP enam bulan mendatang atau November 2026 tetap berada di angka 190. Kedua indikator tersebut berada di zona optimistis, menunjukkan keyakinan pelaku usaha bahwa prospek penjualan ritel Bali masih akan terjaga. Kondisi ini turut didukung pertumbuhan kredit sektor perdagangan yang hingga Mei 2026 tercatat meningkat 1,95 persen secara tahunan.

Berita Terkait:  10 Desa Wisata di Bali Sajikan Panorama Indah, yang Wajib Masuk List Liburanmu!

Di sisi lain, ekspektasi harga umum untuk Agustus dan November 2026 diperkirakan meningkat. Meski demikian, inflasi Bali pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,27 persen secara tahunan dan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia mempertahankan kebijakan moneter dengan BI-Rate sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility 4,75 persen, dan Lending Facility 6,50 persen. Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali akan terus memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif guna menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan. (rah)

Berita Terkait:  Indahnya Kebangetan! 4 Spot Menarik Menikmati Lautan Awan di Bali yang Menakjubkan

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI