Barometer Bali | Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menghadirkan cara kreatif dan dekat dengan budaya lokal untuk memperkenalkan layanan pengaduan masyarakat Kontak OJK 157. Melalui penjualan canang seharga Rp157 di ajang Pasar Murah Pekenan Galungan dan Kuningan, sebanyak 15 ribu canang ludes terjual hanya dalam waktu satu jam.
Program tersebut menjadi daya tarik utama dalam kegiatan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Bali bersama OJK Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (14/6/2026). Seluruh transaksi dilakukan secara digital menggunakan QRIS, sekaligus mendorong pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai di masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, mengatakan harga simbolis Rp157 dipilih untuk memudahkan masyarakat mengingat nomor layanan informasi dan pengaduan OJK yang dapat diakses selama 24 jam.
“Melalui pendekatan yang dekat dengan budaya masyarakat Bali, kami ingin memperkenalkan Kontak OJK 157 sekaligus meningkatkan literasi keuangan. Harapannya, masyarakat semakin mengenal kanal resmi OJK untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan pengaduan di sektor jasa keuangan,” ujar Parjiman.
Menurutnya, angka 157 memiliki filosofi “satu layanan untuk Indonesia maju” sehingga diharapkan semakin melekat di ingatan masyarakat.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Ribuan canang yang dijual dengan harga simbolis tersebut langsung habis dalam waktu singkat, menunjukkan bahwa edukasi keuangan dapat dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Pasar Murah Pekenan Galungan dan Kuningan sendiri dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman, Direktur PEPK OJK Provinsi Bali Irhamsyah, Ketua FKLJK Provinsi Bali Nyoman Sudharma, serta jajaran pimpinan lembaga jasa keuangan anggota FKLJK Bali.
“Selain kampanye Kontak OJK 157, kegiatan ini juga melibatkan sekitar 40 UMKM binaan OJK dan lembaga jasa keuangan yang menawarkan berbagai produk, mulai dari kebutuhan pokok, kuliner, hingga perlengkapan upacara. Program tersebut menjadi wujud sinergi antara sektor jasa keuangan dan pelaku UMKM dalam meningkatkan literasi, inklusi keuangan, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Bali menjelang hari raya,” jelas Parjiman.
Parjiman menegaskan OJK bersama FKLJK Bali akan terus menghadirkan program edukasi yang inovatif dan inklusif dengan menggandeng pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta UMKM agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (red)










