OJK: Pengakuan MSCI Bukti Reformasi Pasar Modal Berjalan Tepat

Screenshot_20260624_210253_ChatGPT
OJK menyambut positif keputusan MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada MSCI 2026 Market Classification Review yang diumumkan 24 Juni 2026. (barometerbali/ilustrasi)

Barometer Bali | Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif keputusan lembaga penyedia indeks global, MSCI, yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang diumumkan pada 24 Juni 2026.

Keputusan ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pasar modal Indonesia tetap dipercaya investor global di tengah berbagai dinamika ekonomi dunia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan status Emerging Market yang tetap disandang Indonesia mencerminkan kepercayaan dunia internasional terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, serta reformasi berkelanjutan yang dilakukan untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.

“Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Friderica di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Berita Terkait:  Satgas PASTI Tertibkan KOL Promosi Aset Digital Ilegal, OJK Siapkan Aturan Khusus Finfluencer

Sebelumnya, pada 19 Juni 2026, MSCI juga merilis Global Market Accessibility Review 2026 yang menempatkan tingkat aksesibilitas pasar Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Market kawasan Asia-Pasifik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menilai hasil tersebut merupakan pengakuan internasional terhadap agenda reformasi pasar modal yang dijalankan OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan sejak awal 2026.

Menurut Hasan, MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap arah reformasi yang sedang ditempuh pasar modal nasional.

“Pengakuan terhadap capaian reformasi pasar modal ini tentu kita sambut positif. MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat,” jelasnya.

Berita Terkait:  OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Ia menambahkan, pengakuan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat fondasi pasar modal nasional yang semakin transparan, berintegritas, dan memiliki tata kelola yang baik.

Sejalan dengan Penilaian FTSE Russell

Hasan menjelaskan, keputusan MSCI tersebut sejalan dengan hasil evaluasi lembaga indeks global lainnya, FTSE Russell, yang pada April 2026 juga mempertahankan Indonesia dalam kelompok Secondary Emerging Markets.

Posisi tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan sejumlah pasar besar dunia seperti Tiongkok dan India. Bahkan, Indonesia tidak masuk dalam daftar pemantauan (Watch List) FTSE Russell untuk evaluasi lanjutan.

Meski demikian, OJK menegaskan bahwa mempertahankan status Emerging Market bukanlah tujuan akhir. Reformasi pasar modal akan terus diperkuat, termasuk peningkatan kredibilitas, integritas, dan daya tarik investasi pasar domestik di mata investor global.

Berita Terkait:  Jual Canang Rp157, Cara Unik OJK Bali Kenalkan Layanan Pengaduan 157 kepada Masyarakat

Pasar Modal Indonesia Dinilai Tetap Menarik

OJK optimistis pasar modal Indonesia masih memiliki prospek yang kuat untuk tumbuh. Optimisme tersebut didukung oleh fundamental ekonomi nasional yang relatif stabil, pertumbuhan jumlah investor domestik, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja emiten yang dinilai tetap positif.

“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif,” kata Hasan.

Atas capaian tersebut, OJK menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, Komisi XI DPR RI, SRO, pelaku industri, investor, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung agenda reformasi pasar modal Indonesia. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI