Barometer Bali | Klungkung – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri sekaligus mengikuti prosesi mendem pedagingan dalam rangkaian Karya Mamungkah, Balik Sumpah Agung, Melaspas, Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih, Kobat Daun, Ngingkup, Nangun Ayu, Piodalan, Mapadudusan Agung lan Manawa Ratna di Pura Kapat, Desa Adat Sarimertha, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Senin (15/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Jaya Negara juga menyerahkan dana punia sebagai Wali Kota Denpasar sekaligus Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih (PW-AWBP) Pusat/Provinsi Bali senilai Rp50 juta. Kehadirannya bersama jajaran Pemerintah Kota Denpasar menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian adat, budaya, serta tradisi spiritual masyarakat Bali.
Turut hadir dalam upacara tersebut Ida Dalem Semaraputra, Panglingsir Puri Sulang dan Puri Penatih, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Perbekel Desa Negari, Bandesa Adat Sarimertha, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Suasana upacara berlangsung khidmat dengan iringan gambelan, tari wali, dan kidung suci yang semakin memperkuat nuansa sakral pelaksanaan karya.
Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih merupakan wujud sraddha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menjadi momentum mempererat persatuan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat adat.
“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Semangat ngayah yang ditunjukkan krama adat menjadi kekuatan utama dalam melestarikan adat, budaya, dan nilai kebersamaan masyarakat Bali. Pemerintah Kota Denpasar tentu akan terus memberikan dukungan agar tradisi dan kearifan lokal tetap lestari,” jelasnya.
Ia menambahkan, rangkaian karya tersebut merupakan implementasi dharmaning agama dan dharmaning negara yang diharapkan mampu memberikan manfaat, baik secara sekala maupun niskala, bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, Kelihan Patus, I Gusti Ngurah Suladra, menyampaikan apresiasi atas bantuan dana punia yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kepada Wali Kota Denpasar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PW-AWBP Pusat/Provinsi Bali.
Menurutnya, pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih menghabiskan anggaran sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari iuran para pangempon sebesar Rp7,5 juta per kepala keluarga serta dukungan dari berbagai instansi pemerintah dan pengedaran kupon bazzaar berhadiah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Dukungan ini sangat berarti dalam mendukung kelancaran pelaksanaan karya,” kata Suladra didampingi Manggala Karya I Gusti Ngurah Suteja, Sekretaris I Gusti Ngurah Sutarka, Bendahara I Gusti Ngurah Nurada, dan Seksi Humas dan Dokumentasi I Gusti Ngurah Murthana.
Ia menjelaskan, Pura Kapat diempon oleh 144 kepala keluarga (KK) dari Banjar/Desa Adat Sarimertha. Melalui pelaksanaan yadnya tersebut, pihaknya berharap seluruh krama senantiasa memperoleh kerahayuan, kesehatan, serta lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para leluhur.
“Selain memiliki makna spiritual, karya ini juga menjadi sarana memperkuat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan di antara seluruh krama pangempon Pura Kapat,” imbuh Ngurah Suteja. (rah)











