Barometer Bali | Tabanan – Sebuah usaha laundry di Jalan Sriwijaya Nomor 36, Banjar Malkangin, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, ludes dilalap si jago merah, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian mencapai sekitar Rp750 juta.
Kebakaran terjadi di tempat usaha laundry milik I Made Rusdiawan. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari regulator mesin pengering pakaian saat aktivitas laundry sedang berlangsung.
Salah seorang karyawan, Ade Irmaliana, yang saat itu berada di lokasi, sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan spons basah. Namun, api justru semakin membesar dan dengan cepat merembet ke tumpukan pakaian.
Kondisi di dalam bangunan yang terdapat sejumlah tabung gas LPG serta bahan parfum laundry membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Melihat situasi tersebut, Ade segera meminta bantuan warga sekitar. Kepala Wilayah Banjar Malkangin, I Ketut Suteja, kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan.
Sekitar pukul 12.40 Wita, tiga unit mobil pemadam kebakaran yang dipimpin I Wayan Edi Sanjaya tiba di lokasi. Setelah melakukan proses pemadaman selama kurang lebih 45 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan seluruh area usaha laundry hangus terbakar. Sejumlah peralatan usaha ikut musnah, di antaranya empat unit mesin pengering LG, empat unit mesin cuci LG, satu mesin boiler pemanas setrika uap, satu kulkas, satu unit AC LG, dua tablet Infinix, satu tablet Samsung, satu telepon seluler Vivo, serta 15 tabung LPG yang terdiri dari 10 tabung ukuran 3 kilogram dan lima tabung ukuran 12 kilogram.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran gas pada saluran pipa besi regulator mesin pengering.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, memeriksa para saksi, serta mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan seluruh fasilitas usaha laundry rusak berat dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp750 juta. (rah)











