Barometer Bali | Badung – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas menjadi kunci dalam menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Seluruh instansi penyelenggara layanan, menurutnya, harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan responsif agar kepercayaan masyarakat maupun wisatawan tetap terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Bazar Pelayanan Publik 2026 yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan pelayanan terpadu dari berbagai instansi pemerintah, aparat penegak hukum, BUMN, sektor perbankan, hingga fasilitas kesehatan. Selain itu, acara juga dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih Pantai Kuta dan pelepasan tukik sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Koster mengatakan pelayanan publik merupakan kebutuhan utama masyarakat yang harus terus ditingkatkan kualitasnya. Seiring perkembangan zaman, ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah juga semakin tinggi sehingga seluruh penyelenggara pelayanan publik dituntut mampu beradaptasi.
“Pelayanan adalah kebutuhan utama masyarakat. Kita harus responsif terhadap aspirasi yang semakin cepat, serta mampu mengimbangi dinamika di lapangan,” ujarnya.
Menurut Koster, posisi Bali sebagai destinasi wisata internasional membuat setiap pelayanan publik yang diberikan akan menjadi sorotan. Oleh sebab itu, kualitas layanan di berbagai sektor, mulai dari keimigrasian, kesehatan, hingga perbankan harus terus diperkuat demi menjaga nama baik Bali.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Kejati Bali yang menghadirkan Bazar Pelayanan Publik sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Ini langkah yang tepat untuk mendorong peningkatan layanan publik. Namun, jangan berhenti sampai di sini, harus ditindaklanjuti secara berkelanjutan,” kata Koster.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono mengatakan bazar ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang optimal, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai daerah di Bali sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan publik.
Pelaksanaan kegiatan di kawasan Pantai Kuta juga membawa pesan penting tentang sinergi antara peningkatan kualitas pelayanan publik dengan pelestarian lingkungan. Aksi bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik menjadi simbol komitmen bersama menjaga Bali tetap bersih, nyaman, ramah pelayanan, dan berkelanjutan sebagai destinasi pariwisata dunia. (red)










