Gubernur Koster Siap Percepat Digitalisasi Bansos, Bali Mantapkan Langkah Menuju Penyaluran yang Tepat Sasaran

IMG-20260630-WA0162
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Perluasan *Piloting* Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten/kota yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (30/6/2026)(Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mempercepat implementasi digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai upaya mewujudkan penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Perluasan *Piloting* Digitalisasi Bansos di 43 kabupaten/kota yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tersebut juga membahas rencana kunjungan kerja Presiden RI untuk meninjau progres pelaksanaan *piloting* digitalisasi bansos di Surabaya dan Bali pada Juli mendatang.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Provinsi Bali sebagai salah satu daerah percontohan penerapan digitalisasi bantuan sosial.

Berita Terkait:  128 ASN Pemprov Bali Naik Kelas Jabatan, TPP Ikut Meningkat

“Kami memandang program ini sangat penting dan memang harus segera diterapkan agar penyaluran bansos menjadi lebih tepat sasaran dan akuntabel. Karena itu, kami sangat mendukung pelaksanaan program ini,” ujarnya.

Menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan sejumlah tahapan implementasi. Meski demikian, Koster mengakui capaian pendaftaran di Bali masih perlu dipercepat karena dalam dua pekan terakhir aktivitas masyarakat banyak berfokus pada pelaksanaan hari raya keagamaan.

“Sepulang dari rakor ini, kami akan langsung tancap gas. Secara sistem, kami telah menyusun tahapan yang konkret untuk segera dilaksanakan,” katanya.

Ia pun menargetkan proses pendaftaran dapat diselesaikan paling lambat pada akhir Juli 2026.

“Bali ini wilayahnya relatif kecil, sehingga seharusnya prosesnya bisa lebih cepat,” imbuhnya.

Berita Terkait:  TP Posyandu Bali Perkuat Implementasi 6 SPM Melalui Aksi Sosial di Jembrana

Untuk mendukung percepatan tersebut, Gubernur Koster berharap pemerintah pusat dapat menambah jumlah agen pendamping agar proses pendaftaran dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat banjar secara lebih efektif. Ia juga menegaskan kesiapan Bali menyambut rencana kunjungan Presiden RI dalam rangka meninjau pelaksanaan program digitalisasi bansos.

“Terkait rencana kunjungan Bapak Presiden, kami akan menyiapkannya dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program digitalisasi bansos. Ia meminta seluruh kepala daerah yang menjadi lokasi percontohan menjaga sinergi agar target pendaftaran dapat segera tercapai.

Secara khusus, Luhut memberikan apresiasi kepada Provinsi Bali atas keseriusannya mengawal implementasi program tersebut.

Berita Terkait:  Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK Terkait Dugaan Pemerasan WNA

“Saya berharap paling lambat akhir Agustus seluruh proses pendaftaran telah rampung sehingga peluncuran program dapat dipercepat,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa rakor ini merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi penyaluran program perlindungan sosial melalui pemanfaatan *Digital Public Infrastructure* (DPI) serta perluasan *piloting* digitalisasi perlindungan sosial di 43 kabupaten/kota. Menurutnya, percepatan digitalisasi ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan *Government Technology* (GovTech) di Indonesia.

Turut hadir dalam rakor tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI