Dari Bali untuk Indonesia, Teknologi Pengolahan Sampah Organik SOMYA Dilirik Kota Makassar

Screenshot_20260705_183517_Photo Editor
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, SE., M.A.P., (tengah) melakukan kunjungan kerja dan konsultasi ke PT Enviro Mas Sejahtera di Jalan Kusuma Bangsa No. 3, Kelurahan Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, untuk mempelajari sekaligus menjajaki kerja sama penerapan mesin pengolah sampah organik SOMYA, Minggu, (5/7/2026). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Inovasi teknologi pengolahan sampah organik karya anak bangsa kembali mendapat perhatian pemerintah daerah. Kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, SE., M.A.P., melakukan kunjungan kerja dan konsultasi ke PT Enviro Mas Sejahtera di Jalan Kusuma Bangsa No. 3, Kelurahan Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, untuk mempelajari sekaligus menjajaki kerja sama penerapan mesin pengolah sampah organik SOMYA.

Teknologi yang diciptakan AA Ngurah Panji Astika, ST., tersebut mampu mengolah sampah organik menjadi kompos hanya dalam waktu sekitar delapan jam. Selain itu, mesin SOMYA mampu mengurangi volume sampah hingga 95 persen sehingga dinilai menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar mencari teknologi yang tepat untuk menjawab tantangan meningkatnya timbulan sampah perkotaan. Pengelolaan sampah dari sumber dinilai menjadi strategi penting untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus mendukung pembangunan kota yang bersih dan berkelanjutan.

Dalam kunjungannya, Aliyah Mustika Ilham melihat langsung proses kerja mesin SOMYA, berdialog dengan tim PT Enviro Mas Sejahtera, serta membahas peluang implementasi teknologi tersebut di berbagai fasilitas publik di Kota Makassar.

Berita Terkait:  Nyoman Parta Desak KPK Periksa Kepala Imigrasi Denpasar Usai Penggeledahan Kantor

“Kami datang untuk belajar sekaligus menjajaki peluang kerja sama. Kota Makassar membutuhkan teknologi yang mampu mengolah sampah langsung dari sumbernya sehingga beban pengangkutan ke TPA dapat berkurang secara signifikan. SOMYA menawarkan solusi yang sangat menarik karena prosesnya cepat, praktis, efisien, dan ramah lingkungan,” ungkap Aliyah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar saat ini adalah Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M.

Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan inovasi yang tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan hasil olahan menjadi kompos.

“Kami berharap teknologi seperti SOMYA dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah di Makassar. Apabila hasil kajian sesuai dengan kebutuhan daerah, kami membuka peluang untuk membangun kerja sama dengan PT Enviro Mas Sejahtera sehingga teknologi ini dapat diterapkan secara bertahap di berbagai sektor,” katanya.

Berita Terkait:  Konsulat Australia Pererat Kemitraan dengan Media di Bali, Soroti Kolaborasi Pendidikan hingga Lingkungan

Direktur Utama PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus pencipta teknologi SOMYA, AA Ngurah Panji Astika, ST., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemkot Makassar. Menurutnya, meningkatnya minat pemerintah daerah terhadap teknologi pengolahan sampah menjadi sinyal positif bahwa pendekatan penyelesaian sampah dari sumber mulai mendapat perhatian serius.

“Kami menyambut baik kunjungan Ibu Wakil Wali Kota Makassar. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami siap berbagi pengalaman dan mendukung pemerintah daerah yang ingin membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” papar pengusaha yang akrab disapa Turah Panji ini.

Turah Panji yang jebolan Teknik Mesin Universitas Brawijaya ini menjelaskan, SOMYA dirancang untuk mengolah sampah organik langsung di lokasi asalnya sehingga tidak perlu seluruh sampah diangkut ke TPA.

Pengelolaan sampah berbasis sumber di Bali diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 47 Tahun 2019. Kebijakan ini mewajibkan setiap rumah tangga, desa adat, dan fasilitas umum untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Berita Terkait:  Hoaks Klaim PTUN Menangkan Gugatan Lift Kaca Kelingking, Proses Sidang Masih Berjalan

“Dengan teknologi SOMYA, sampah organik dapat diubah menjadi kompos hanya dalam waktu sekitar delapan jam. Mesin ini mampu mengurangi volume sampah hingga 95 persen, mencegah terbentuknya gas metana dan H2S, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, tidak membutuhkan lahan yang luas, serta telah dilengkapi teknologi HMI dan IoT untuk memudahkan pengoperasian dan pemantauan. Inilah konsep pengelolaan sampah masa depan, yaitu menyelesaikan persoalan sampah di sumbernya,” jelas Turah Panji yang berasal dari Puri Anom, Tabanan, Bali ini.

Ia berharap kolaborasi antara PT Enviro Mas Sejahtera dan Pemkot Makassar dapat menjadi awal lahirnya model pengelolaan sampah organik yang modern dan dapat direplikasi oleh berbagai daerah di Indonesia.

Melalui penjajakan kerja sama tersebut, PT Enviro Mas Sejahtera optimistis teknologi SOMYA akan semakin berkontribusi dalam mendukung target pengurangan sampah nasional, mempercepat penerapan ekonomi sirkular, serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI