Barometer Bali | Denpasar – Ketua DPD masyarakat pemerhati Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Provinsi Bali Dr. IB Astina SH, MH, MBA, CLA sangat mengapresiasi terkait satu-satunya Gubernur di kawasan Asia yakni Gubernur Bali Dr Wayan Koster yang diundang khusus dalam Forum Iklim Dunia di London.
Undangan istimewa bagi Gubernur Bali Wayan Koster yang tampil membawa nama Bali dan Indonesia menurut Dr Astina yang juga consultan lingkungan ini menyebut sangat relevan dengan pembangunan rendah karbon yang telah menjadi salah satu agenda utama Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Dr Wayan Koster.
Dalam berbagai forum internasional mengenai perubahan iklim, Bali menampilkan berbagai kebijakan energi bersih, pengurangan plastik sekali pakai, pemilahan sampah dari hulu, tebe modern, kendaraan listrik, hingga pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari visi menuju Net Zero Emission yang lebih cepat dari target nasional.
Dr Astina berpandangan kehadiran Gubernur Bali Dr Wayan Koster dalam Forum Iklim Internasional di London yang menyampaikan gagasan sesuai Visi dan Misi Sad Kerthi Loka Bali bahwa Bali ingin menjadi contoh bagaimana daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata dan budaya dapat tumbuh selaras dengan perlindungan lingkungan dan transisi energi bersih.
“Komitmen tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama dengan investor, lembaga internasional, dan pelaku industri dalam mendukung proyek-proyek energi hijau,” terang Dr Astina kepada media Baliberkarya.com, Kamis 2 Juli 2926.
Menurut Dr Astina yang akrab di panggil Gus Biwi ini, peluang menjadi model nasional dengan potensi energi surya yang tinggi, sumber daya angin, serta peluang pengembangan energi laut, salah satunya Nusa Penida dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk menjadi laboratorium energi bersih Indonesia.
Implementasi proyek Green Energy Island diharapkan tidak hanya meningkatkan keandalan sistem kelistrikan lokal, tetapi juga menjadi model pengembangan pulau-pulau kecil berbasis energi terbarukan di Indonesia.
Apabila seluruh tahapan perencanaan, pendanaan, perizinan, dan konstruksi berjalan sesuai target, Nusa Penida berpotensi menjadi salah satu ikon pulau wisata rendah karbon (Net-Zero Tourism Island) pertama di Indonesia yang memadukan keindahan alam, teknologi energi bersih, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Jika Gubernur Koster bisa mewujudkan Nusa Penida Green Energy Island 2030 itu artinya pencapaian dan kinerja Gubernur Koster meninggalkan warisan yang berdampak dan dikenang dalam jangka panjang,” tutup Dr Astina yang juga mantan Ketua Kadin Kabupaten Tabanan 2 periode ini. (rah)











