KPH Bali Timur Gandeng Nusantara Carbon-Mahardhika Institute Jaga 2.893 Hektare Hutan

IMG-20260716-WA0044
Foto: Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Konservasi melalui Bali Indigenous Conservation Programme (BICP) di Kantor Desa Besakih, Karangasem, Kamis (16/7/2026). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Karangasem – UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur menggandeng Nusantara Carbon Lestari dan Mahardhika Institute untuk memperkuat konservasi hutan berbasis masyarakat di Kabupaten Karangasem, Bali.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Konservasi melalui Bali Indigenous Conservation Programme (BICP) di Kantor Desa Besakih, Karangasem, Kamis (16/7/2026).

Kemitraan ini melibatkan dua kelompok masyarakat pengelola hutan, yakni Forum Harmoni Rimba dan Forum Kehutanan Kubu Lestari.

Forum Harmoni Rimba mengelola kawasan seluas 1.458,3 hektare di wilayah Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Rendang dan Selat. Sementara Forum Kehutanan Kubu Lestari mengelola kawasan seluas 1.435 hektare di RPH Kubu dan Daya.

Berita Terkait:  Gemuruh Tepuk Tangan, Penampilan Barong Ket Duta Klungkung Hipnotis Ribuan Penonton di Ardha Candra

Total kawasan hutan yang masuk dalam tahapan perlindungan dan pengembangan program BICP mencapai 2.893,3 hektare.

Penandatanganan tersebut disaksikan Kepala UPTD KPH Bali Timur Made Maha Widyarta, Founder dan Chairman Mahardhika Institute I Putu Eka Mahardhika, serta perwakilan Nusantara Carbon Lestari Risang Kusumo.

Risang mengatakan, BICP dirancang sebagai gerakan bersama untuk membangun sistem konservasi yang bertumpu pada kekuatan masyarakat. Program tersebut juga didukung pemerintah, pengetahuan konservasi, serta instrumen pembiayaan berkelanjutan.

“Konservasi harus memberikan manfaat nyata bagi alam sekaligus kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Risang.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dorong Pemanfaatan EBT Laut di Nusa Penida, Bali Harus Mandiri Energi

Menurutnya, masyarakat yang selama ini berinteraksi langsung dengan kawasan hutan harus mendapat dukungan agar dapat menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara itu, I Putu Eka Mahardhika atau Jro Eka menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah nyata mewujudkan nilai Wana Kerthi atau pemuliaan hutan di Bali Timur.

“Ini merupakan wujud nyata ngempu masa depan Bali. Masyarakat Bali tidak boleh hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri, tetapi harus berperan aktif menentukan peta jalan masa depan mereka,” ujar Jro Eka.

Mahardhika Institute akan berperan sebagai mitra pelaksana yang mendampingi masyarakat pengelola hutan, mulai dari penguatan kelembagaan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Berita Terkait:  Bupati Adi Arnawa Apresiasi Penampilan Memukau Arja Negak Pertuni Badung

Setelah penandatanganan, KPH Bali Timur bersama para mitra akan menyusun rencana kerja konservasi di lapangan. Agenda tersebut meliputi penguatan kelembagaan masyarakat, penyusunan rencana kerja perlindungan kawasan, serta pembentukan Satgas Ekologi Adat Lestari atau SEAL Team.

SEAL Team akan bertugas sebagai pengawas sekaligus penggerak konservasi di tingkat tapak.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi percontohan pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat di tingkat nasional dengan mengedepankan prinsip, “Kita jaga alam, alam akan menjaga kita”. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI