Barometer Bali | Tabanan – Informasi mengenai kondisi Telaga Tunjung di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan yang disebut mengalami kekeringan langsung ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan. Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinada Giri bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Peninjauan dilakukan pada Kamis (21/8) setelah BPBD Tabanan menerima informasi mengenai adanya penurunan debit air di Bendungan Telaga Tunjung. Untuk memastikan informasi tersebut, Kalaksa BPBD Tabanan bersama Kabid KL BPBD Tabanan melakukan validasi lapangan dengan didampingi staf Kecamatan Kerambitan.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kondisi penurunan aliran air di kawasan Bendungan Telaga Tunjung bukan disebabkan oleh kekeringan, melainkan berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan bendungan yang sedang berlangsung.
Saat berada di lokasi, tim BPBD memperoleh informasi bahwa Balai Wilayah Sungai (BWS) tengah melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur di Bendungan Telaga Tunjung. Dalam rangka mendukung proses pekerjaan tersebut, aliran air menuju bendungan untuk sementara ditutup.
Kondisi tersebut menyebabkan debit air yang masuk ke Bendungan Telaga Tunjung mengalami penurunan. Situasi di lapangan kemudian menjadi sumber munculnya informasi mengenai kondisi telaga yang disebut mengalami kekeringan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Tabanan I Nyoman Srinada Giri memastikan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung untuk mendapatkan informasi yang akurat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
“Setelah kami melakukan pengecekan langsung ke lokasi, penurunan debit air di Bendungan Telaga Tunjung terjadi karena sedang dilaksanakan pembersihan lumpur oleh BWS. Aliran air menuju bendungan sementara ditutup selama proses pekerjaan berlangsung,” jelasnya.
BPBD Tabanan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan, khususnya terkait dampak kegiatan tersebut terhadap ketersediaan air dan lingkungan sekitar.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar dan tetap mengacu pada informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait. Validasi lapangan menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai kondisi Bendungan Telaga Tunjung.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, informasi mengenai Telaga Tunjung yang disebut mengalami kekeringan dapat diluruskan. Penurunan debit air yang terlihat saat ini merupakan dampak sementara dari proses pembersihan lumpur dan pemeliharaan bendungan, dengan aliran menuju bendungan ditutup selama pekerjaan berlangsung. (tmc/rah)










