Kebakaran Nakula Belum Tuntas, Water Cannon Polresta Denpasar Dikerahkan Jinakkan Bara

Screenshot_20260902_140049_InCollage - Collage Maker
Satuan Samapta Polresta Denpasar kerahkan kendaraan taktis water cannon untuk membantu petugas pemadam kebakaran menjinakkan sumber-sumber api dan bara yang masih tersisa di areal kawasan Jl. Nakula Gg Jatayu, Denpasar, Rabu (2/9/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Penanganan kebakaran besar yang melanda kawasan gudang rongsokan dan rumah-rumah bedeng di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, terus dilakukan hingga Rabu (2/9/2026).

Satuan Samapta Polresta Denpasar bahkan mengerahkan kendaraan taktis water cannon untuk membantu petugas pemadam kebakaran menjinakkan sumber-sumber api dan bara yang masih tersisa di lokasi.

Sebanyak 12 personel Sat Samapta diterjunkan mulai sekitar pukul 13.10 Wita. Penanganan dipimpin langsung Kasat Samapta Polresta Denpasar Kompol I Ketut Adnyana Tungga Jaya.

“Water cannon digunakan untuk menyemprot titik-titik yang masih mengeluarkan api dan asap guna mencegah kebakaran kembali membesar dan merembet ke area lainnya,” terangnya.

Personel kepolisian juga melakukan pengamanan serta meminta masyarakat menjauh dari kawasan kebakaran agar tidak menghambat mobilitas petugas dan kendaraan pemadam.

Hingga Rabu siang, kobaran api dilaporkan telah mengecil. Namun, asap masih terlihat muncul dari sejumlah bagian area kebakaran sehingga proses penyemprotan dan pendinginan terus dilakukan.

“Proses pemadaman dan pendinginan terus kami lakukan hingga betul-betul tuntas,” tutup Kompol Ketut Adnyana.

Api Berawal dari Bedeng, Kebocoran Gas Diduga Jadi Pemicu

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 22.30 Wita. Api kemudian dengan cepat membesar karena kawasan tersebut dipenuhi material rongsokan dan bangunan semi permanen yang mudah terbakar.

Berita Terkait:  Tim SAR Masih Lakukan Pencarian Seorang WNA Terseret Arus di Pantai Tembles

Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang menyebut dugaan sementara sumber kebakaran berasal dari salah satu bedeng warga dan diperkirakan berkaitan dengan gas.

“Muncul api dari salah satu bedeng. Di mana itu diperkirakan dari gas sehingga merembet ke bedeng-bedeng yang lain,” kata Leonardo sebagaimana disampaikan kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Keterangan lain di lapangan menyebut api diduga muncul ketika salah seorang warga sedang memasak air sebelum kemudian terjadi ledakan. Namun, penyebab pasti kebakaran tetap harus mengacu pada hasil penyelidikan kepolisian.

Lahan Luas Dipenuhi Rongsokan dan Bedeng

Skala kebakaran tergolong besar. Data mengenai luas kawasan yang terbakar masih bervariasi. Asesmen awal BPBD Provinsi Bali mencatat area terdampak sekitar 3.000 meter persegi.

Sementara berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana yang diberitakan media, keseluruhan kawasan yang ditangani diperkirakan mencapai sekitar 4 hingga 5 hektare.

Kawasan tersebut merupakan lahan yang dipenuhi tumpukan sampah dan barang rongsokan serta sejumlah bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat tinggal.

Berita Terkait:  Bupati dan Wabup Klungkung Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Negari

Perbedaan angka tersebut diduga berkaitan dengan perbedaan antara area terdampak yang telah terasesmen dengan keseluruhan kawasan kebakaran. Karena itu, luas kerusakan final masih menunggu pendataan resmi.

Material berupa plastik, barang bekas dan bahan sintetis membuat api cepat membesar. Angin kencang juga mempercepat rambatan api. Bahkan, bara ditemukan masih menyala di bawah tumpukan seng dan rongsokan sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Kondisi tersebut menyebabkan petugas membutuhkan alat berat ekskavator untuk membongkar tumpukan material agar air dapat menjangkau sumber bara di bagian bawah.

Dua Mobil dan Sepeda Motor Ikut Terbakar

Kerugian material akibat kebakaran juga diperkirakan cukup besar. Selain gudang rongsokan dan sejumlah bedeng, barang-barang milik warga serta kendaraan ikut dilalap api.

Berdasarkan laporan, sedikitnya dua unit mobil dan sejumlah sepeda motor ikut terbakar. Namun, jumlah pasti bangunan, kendaraan, dan nilai kerugian material belum ditetapkan karena proses pendataan masih berlangsung.

Danramil 1611-07/Denpasar Barat Mayor Cke I Made Oka Widianta juga menyatakan bangunan gudang, kendaraan, dan barang-barang yang berada di kawasan kebakaran ludes terbakar. Kerugian material saat itu belum dapat ditaksir.

Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran berdampak terhadap banyak warga yang selama ini tinggal di bangunan-bangunan semi permanen di kawasan tersebut.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Serahkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Korban Gempa Flores

Api Sempat Membesar Kembali

Proses penanganan kebakaran berlangsung panjang. Api yang sempat mengecil kembali membesar pada Selasa (1/9/2026) sore.
Sekitar pukul 17.00 Wita, titik api masih terlihat pada tumpukan material. Sekitar pukul 18.30 Wita, api kembali membesar dan menyambar sejumlah bedeng yang masih berdiri.

Kondisi tersebut membuat petugas gabungan dari Damkar Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, BPBD, TNI, Polri serta unsur terkait lainnya terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan.

BPBD Bali menyebut penanganan melibatkan BPBD Provinsi Bali, BPBD Kota Denpasar, PMI, Damkar Denpasar, Damkar Badung, TNI, Polresta Denpasar, Polsek Denpasar Barat, Dinas Sosial, Tagana, Pemerintah Desa Pemecutan Klod, relawan dan unsur lainnya.

Kini, Sat Samapta Polresta Denpasar ikut memperkuat proses pendinginan menggunakan water cannon. Penyemprotan difokuskan pada sumber-sumber panas dan asap yang masih tersisa agar tidak kembali memicu kobaran api.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak mendekati area kebakaran selama proses penanganan berlangsung demi keselamatan sekaligus memberikan ruang bagi petugas menyelesaikan pemadaman. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI