Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada Denpasar, Bagian Kota Tua yang Menyimpan Banyak Kisah Sejarah

BARO SEP F 49
Kawasan heritage di Jalan Gajah Mada Denpasar. (barometerbali/dok.balebengong)

Barometerbali.com | Denpasar – Denpasar pada mulanya bukanlah ibu kota Provinsi Bali.

Kota ini baru mulai menjadi ibu kota Provinsi Bali pada 1958.

Sebelum itu, ibu kota Provinsi Sunda Kecil, termasuk Bali dan Nusa Tenggara, adalah Singaraja di Buleleng, Bali utara.

Karena itu, Denpasar tidak terlalu banyak memiliki bangunan bergaya kolonial seperti Singaraja.

Denpasar hanya memiliki sedikit bagian sebagai kota tua.

Salah satu lokasi tersebut adalah di Jalan Gajah Mada, yang masih termasuk kawasan nol kilometer kota ini.

Berita Terkait:  Investor Korea Jajaki Resor Mewah di Jembrana, Pemkab Janjikan Kemudahan Izin

Denpasar juga merupakan pusat perdagangan kota ini sejak dahulu hingga sekarang.

Sejak Desember 2008 lalu, jalan sepanjang sekitar 1,5 km ini pun dijadikan sebagai kawasan heritage oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Prasasti di ujung barat jalan menegaskannya dengan tulisan Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada Denpasar.

Namun, tidak ada tulisan atau informasi apapun mengenai kawasan heritage ini.

Toh, turis bisa menikmatinya dari bangunan dan kegiatan sepanjang Jalan Gajah Mada.

Berita Terkait:  Buka Sosialisasi Percepatan Penurunan Angka Stunting, Ketua TP PKK Ny. Antari Jaya Negara Tekankan Kolaborasi dan Perkuat Peran Kader PKK

Bangunan-bangunan gaya kolonial masih berdiri ada toko, bank, restoran, dan lain-lain yang sebagian besar terlihat sebagai gedung tua.

Jembatan di atas Tukad Badung yang membelah Kota Denpasar dan Pura Desa pun menjadi daya tarik tersendiri di Jalan Gajah Mada.

Sebagai pusat perekonomian Denpasar, Jalan Gajah Mada adalah tempat bagi dua pasar terbesar di Bali, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari.

Dulunya, jalan ini juga menjadi pusat hiburan ketika masih ada gedung bioskop yang kini sudah mati.

Berita Terkait:  Bunda PAUD Ny. Sagung Antari Jaya Negara Gaungkan PAUD Holistik Integratif

Menariknya, Jalan Gajah Mada tak hanya menjadi pusat perekonomian warga tapi juga keberagaman Denpasar.

Toko-toko di sini dimiliki beragam etnis seperti China, Arab, India, dan Bali sendiri.

Toko-toko obat dan elektronik pada umumnya milik etnis China sedangkan toko kain milik etnis Arab atau India.

Di sepanjang Jalan Gajah Mada, para warga dari beragam etnis di kota ini selalu berdampingan.

Sejak dari dulu hingga saat ini. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI