Waspada Call Center Bank Palsu, Cek Nomornya Sebelum Menelepon

Screenshot_20260929_101718_ChatGPT
CALL CENTER PALSU - Penipu dapat memasang nomor palsu pada halaman yang tampak meyakinkan, lalu mengarahkan nasabah ke percakapan WhatsApp di luar kanal bank. (Barometer Bali/Ilustrasi AI)

Barometer Bali | Denpasar – Nomor layanan bank yang muncul di hasil pencarian internet belum tentu resmi. Penipu dapat memasang nomor palsu pada halaman yang tampak meyakinkan, lalu mengarahkan nasabah ke percakapan WhatsApp di luar kanal bank.

BCA memperingatkan bahwa nomor Halo BCA palsu bahkan ditemukan pada sejumlah situs instansi pemerintahan dan pendidikan yang aksesnya diduga disalahgunakan. Ketika nomor itu dihubungi, calon korban diarahkan ke WhatsApp yang bukan milik BCA. Bank tersebut meminta nasabah mencari dan memeriksa kontak layanan langsung melalui situs atau aplikasi resminya.

Berita Terkait:  Forum Balinomics 2026 Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas dan Akselerasi Ekonomi Kerthi Bali

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa pelindungan masyarakat dari berbagai modus penipuan keuangan menjadi perhatian sektor jasa keuangan.

“Hari ini, tugas kita bukan hanya memastikan perbankan maupun perusahaan jasa keuangan tetap sehat, tetapi juga, yang paling utama, melindungi konsumen dari berbagai modus scam,” ujarnya dalam siaran pers OJK mengenai penguatan kerja sama pemberantasan penipuan.

Nomor 157 adalah layanan OJK, bukan nomor call center semua bank. Setiap bank memiliki kontaknya sendiri. Sebagai contoh, nomor telepon Halo BCA adalah 1500888, tanpa tambahan awalan 021 atau +62. Sementara itu, Mandiri Call menggunakan 14000. Nomor tersebut perlu dicek kembali melalui kanal resmi masing-masing bank sebelum dihubungi.

Berita Terkait:  LPD Desa Adat Sarimertha Perluas Layanan Digital, Krama Kini Bisa Bayar Tagihan hingga Top Up E-Wallet

Awalan 081 atau 082 juga tidak otomatis berarti penipuan. Sejumlah bank memiliki kanal WhatsApp resmi yang memakai nomor seluler. BCA, misalnya, mencantumkan WhatsApp 08111500998, sedangkan Bank Mandiri mencantumkan 08118414000. Karena itu, yang harus dicocokkan adalah seluruh nomor dan kanalnya, bukan hanya angka di bagian depan.

Nasabah yang menerima telepon atau pesan mencurigakan sebaiknya menghentikan percakapan dan menghubungi bank melalui nomor pada situs atau aplikasi resminya. Jangan memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, maupun data perbankan kepada orang yang mengaku petugas. Jika telanjur memberikan data atau melakukan transaksi, segera laporkan kepada bank melalui kanal resmi agar rekening dapat ditangani.

Berita Terkait:  OJK Digitalisasi Pelaporan Insidental Pasar Modal, Berlaku 1 Oktober 2026

BCA secara khusus mengingatkan nasabah untuk tidak menyerahkan informasi rahasia tersebut kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengatasnamakan bank.

Untuk informasi dan pengaduan terkait sektor jasa keuangan, masyarakat dapat menghubungi Kontak OJK 157. OJK juga mencantumkan WhatsApp resminya di 081-157-157-157. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI