Barometer Bali | Singasana – Bencana tanah longsor menerjang kawasan Perumahan Puskopad 2, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (27/10/2026) malam. Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.00 Wita tersebut mengakibatkan tiga rumah warga mengalami kerusakan sedang.
Selain kerusakan bangunan, satu orang warga dilaporkan tertimpa material reruntuhan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tabanan untuk mendapatkan penanganan medis.
Merespons kejadian tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan dipimpin Kepala Pengurus PMI Kabupaten Tabanan Made Dirga turun langsung ke lokasi pada Rabu (28/10/2026). Tim melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan bagi keluarga yang terdampak bencana.
Kegiatan yang berlangsung pukul 12.00 hingga 14.00 Wita ini melibatkan jajaran pengurus PMI Kabupaten Tabanan, Kepala dan Wakil Kepala Markas PMI, serta tiga staf posko.
“Berdasarkan hasil pendataan, terdapat tiga kepala keluarga dengan total 11 jiwa yang terdampak, terdiri dari lima laki-laki dan enam perempuan,” ungkap Dirga.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban, PMI Kabupaten Tabanan menyalurkan tiga paket sembako, tiga kotak hygiene kit, tiga kotak family kit, serta tiga lembar terpal.
Penanganan di lokasi juga melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya BPBD Kabupaten Tabanan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, unsur Forkopim, Perbekel Desa Banjar Anyar, kepala wilayah setempat, Babinsa, serta masyarakat sekitar.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan bencana sekaligus membantu meringankan beban warga yang rumahnya terdampak longsor.
“PMI Kabupaten Tabanan juga melakukan pendataan kondisi korban dan kebutuhan mendesak sebagai bagian dari respons kemanusiaan pascabencana,” pungkas Dirga.
Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras, mengingat kondisi lingkungan yang berpotensi memicu terjadinya tanah longsor. (red)











