Perkuat Pengawasan Buronan di Pintu Perbatasan, Polri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7

IMG-20261106-WA0078_FqyUhL032N
APLIKASI INTERPOL - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan di pintu perlintasan negara melalui peluncuran aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7). (Barometer Bali/rah/red)

Barometer Bali | Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan di pintu perlintasan negara melalui peluncuran aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7). Sistem ini memungkinkan petugas imigrasi melakukan verifikasi lebih cepat terhadap individu yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional.

Aplikasi tersebut diluncurkan di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Melalui sistem ini, petugas imigrasi di pintu perlintasan dapat terhubung langsung dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk melakukan identifikasi dan penanganan buronan maupun pelaku kejahatan lintas negara.

Berita Terkait:  PLN dan DLHK Badung Jajaki Infrastruktur Listrik untuk Truk Pengangkut Sampah

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut baik peluncuran sistem kolaboratif tersebut. Menurutnya, I-GHAS 24/7 menjadi langkah untuk mempercepat pertukaran informasi sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan di wilayah perbatasan.

“Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat,” ujar Hendarsam.

Ia menegaskan, pengawasan perbatasan membutuhkan dukungan teknologi yang akurat guna mencegah masuknya ancaman kejahatan transnasional melalui pintu masuk Indonesia.

Berita Terkait:  Imigrasi Gerebek Dua Rumah di Kuta, 21 WNA Diamankan Terkait Dugaan Judi Online

“Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” tegasnya.

Peluncuran I-GHAS 24/7 turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara. Terlebih, kejahatan transnasional memiliki kompleksitas tinggi, mulai dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penyelundupan narkotika.

Berita Terkait:  Bunda Rai Sambut Kaji Tiru TP Posyandu Gorontalo, Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM

“Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” kata Suyudi.

Ke depan, pengembangan platform I-GHAS 24/7 direncanakan mencakup integrasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta pemaduan data biometrik pada 2027 mendatang.

Melalui pengembangan tersebut, Polri dan Imigrasi berupaya meningkatkan pengawasan lalu lintas orang di wilayah perbatasan, sekaligus tetap memperhatikan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat. (rah/red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI