Rektor UNR: Dipilih sebagai Lokasi KTT G20, Bukti Bali masih “Window of the World”

Kolase: Background Presidensi G20 dan Rektor UNR Dr Ni Putu Tirka Widanti, SS, MBA, MM, MHum (inset). (BB/ist)

Denpasar | barometerbali – Dalam perjalanan kepariwisataan Bali yang dimulai jauh sebelum masa kemerdekaan, telah memiliki banyak julukan. Salah satunya, menurut Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) Bali, Dr Ni Putu Tirka Widanti, SS, MBA, MM, MHum adalah “Window of the World“, atau jendela duni. Demikian diungkapkan saat dihubungi media di Denpasar, Senin (7/11/2022)

Julukan ini muncul saat Bali menjadi lokasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) setahun ini, dan pada puncaknya akan berlangsung tanggal 15 – 16 November 2022 di Nusa Dua, Bali, di mana para pemimpin tertinggi dari 19 negara hadir. Mereka terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki dan sebuah lembaga Uni Eropa.

Selain itu akan diundang juga sejumlah pemimpin dunia dan lembaga diluar G20, sehingga pemberitaan tentang dunia bisa dilihat dari apa yang terjadi di pertemuan tersebut.

Berita Terkait:  Mandek Kasus 106 SHM di Tahura Ngurah Rai, Belum Ada Tersangka

“Dengan diselenggarakan G20 ke-17 di Bali ini, menurut saya, sebagai stimulus dan pembuktian bagi Bali masih tetap menjadi ‘Window of the world,’ sekaligus juga Bali masih dipercaya oleh dunia, karena masyarakat Bali dipercaya masih konsisten. Bali masih aman terhadap kunjungan dari wisatawan mancanegara,” tegas Putu Tirka yang juga aktivis lingkungan di bidang bambu ini.

Sebagai masyarakat Bali dan pimpinan di Universitas Ngurah Rai Bali, tentunya sangat bersyukur dan menyambut baik dengan diselenggarakannya KTT G20 ke-17, di Indonesia, khususnya di Bali.

Tentu dipilihnya Bali sebagai tuan rumah pertemuan yang sangat penting bagi di dunia ini, menurut Putu Tirka, pastinya sudah melalui proses tertentu dan tahapan tahapan persiapan, negosiasi dan juga berbagai kebijakan yang telah juga diimplementasikan untuk menyukseskan acara ini.

“Nah saya juga sebagai masyarakat dan pimpinan Universitas Ngurah Rai mengucapkan selamat bagi pemerintah RI dan pemerintah Bali sudah berhasil dan mampu mengawal proses tersebut hingga diputuskan keberlangsungan G20 di Bali,” ucapnya

Berita Terkait:  Bedah Buku Putih, LBH GP Ansor Bali Sebut Kebijakan Kuota Haji Gus Yaqut Sesuai UU

Kata Tirka, semua menyadari bahwa sebagian besar perekonomian Bali bertumpu pada pariwisata di dunia global.

“Dan menyadari dunia pariwisata ini sangat ‘fragile‘ atau rentan terhadap kondisi dan situasi alam dan keamanan secara menyeluruh. Apalagi baru saja kita mengalami Pandemi Covid-19, di mana kita semua berupaya dan berusaha keras secara menyeluruh dan holistik keluar dari krisis multidimensi tersebut” tuturnya.

Dengan diselenggarakan G20 ke-17 di Bali ini, menurut Putu Tirka sebagai stimulus bagi recovery Bali dalam segala bidang.

Putu Tirka menjelaskan civitas akademika UNR memiliki program “chit chat” di mana sebuah bincang santai dengan warga dari mancanegara,

“Program kami ini kita ‘launch’ setiap bulan, menanyakan bagaimana kesan dan pesan mereka setelah berkunjung ke Bali. Dan itu adalah data yang sahih dan kami akan jadikan masukan kepada pemerintah daerah khususnya, sehingga Bali akan tetap jadi tujuan, lokal, nasional maupun global,” urainya.

Kembali ke G20, sejak dicanangkan perhelatan tersebut civitas akademika UNR, melalui network yang dimiliki, berperan aktif menjemput bola. Turut menjabarkan tema G20, “Recover together, recover stronger“, termasuk juga pada kegiatan yudisium dan wisuda UNR.

Berita Terkait:  Pidato Koster dan Pesan Penting di Hari Bulan Bahasa Bali

Putu Tirka mengatakan pihaknya sudah berpartisipasi aktif dalam beberapa kegiatan pra-KTT G20 yang telah berlangsung antara lain ikut dalam development group meeting yang diadakan di Nusa Dua dalam bulan Agustus 2022. Juga dosen dan mahasiswa terlibat dalam pra-KTT Values Twenty yang diselenggarakan 2 hari tanggal 20 dan 21 Oktober 2022, di mana mahasiswanya dibagi dalam 2 grup.

“Grup pertama menghadiri konferensi dalam 2 hari, dan satu grup kami, yaitu inkubator bisnis kami atau Inbis kami menyelenggarakan pameran produk produk bisnis mereka di pra-KTT Values Twenty. Jadi mereka sangat berperan mengikuti G20. Manfaatnya, ada edukasi nyata yang anak anak kami dapatkan secara interaktif,” paparnya.

Terkait kepemimpinan Presidensi Jokowi di G20, menurut Putu Tirka sangat patut diteladani. Sebagai leader, presiden penuh kesederhanaan dan kepolosan. “Beliau sangat aktif dan arif juga. Bijaksana dan berani ‘take the risk,’ alias berani ambil risiko pada permasalahan dunia,” tutupnya. (BB/501/rls)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI