Dosen Fakultas Pertanian Unud Sri Sutari (kebaya hitam) saat menyerahkan tong decomposter kepada para pengunjung dan peserta talkshow serangkaian Hari Kartini di Plaza Renon Mall, Jumat (21/4/2023) lalu. (Kolase: BB/SS)
Denpasar | barometerbali – Konsisten meneliti mikroorganisme pada sampah organik selama lebih dari 15 tahun, akademisi Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) Ni Wayan Sri Sutari, S.P., M.P., berhasil memenangkan beberapa hibah-hibah penelitian, salah satunya adalah Hibah Penelitian Calon Perusahaan Pemula Udayana di Tahun 2022.
“Output yang saya hasilkan di antaranya adalah produk Bioaktivator BioStar U yang mengandung berbagai mikroorganisme fermentir yang dapat digunakan sebagai cairan untuk mempercepat proses dekomposisi sampah organik menjadi kompos,” ungkapnya saat ditemui di Denpasar, Minggu (30/4/2023).
Lebih detail Sri Sutari menjelaskan, pemilahan sampah dari sumber merupakan salah satu solusi mengatasi masalah sampah, dengan menggunakan decomposter drum sampah organik rumah tangga.
“Bisa dimasukkan ke dalamnya dan disemprotkan Bioaktivator BioStar U, diamkan selama kurang lebih 3 minggu, maka sampah sudah menjadi kompos dan bisa digunakan memupuk tanaman yang ada di sekitar rumah,” terangnya.
Bekerja sama dengan Plaza Renon Mall menggelar talkshow bertajuk “Kartini Modern, Kartini Peduli Sampah”, pada hari Kartini Jumat (21/4/2023) sekaligus memperingati hari Bumi dilakukan sosialisasi pemilahan sampah dan cara pengolahan sampah organik menjadi kompos.
“Pengunjung yang hadir dan tertarik mengolah sampahnya sendiri diberikan drum atau tong decomposter dan Bioaktivator BioStar U secara gratis,” tandas Sri Sutari.
Kegiatan ini menurutnya merupakan salah satu cara untuk aplikasi teknologi tepat guna yang dihasilkan peneliti di kampus agar langsung menyentuh masyarakat umum.
“Kerja sama terkait pengolahan sampah juga sudah dilakukan dengan Bank Sampah Tegeh Sari yang diketuai Bapak Mantrayasa,” sebutnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan kegiatan seperti ini hilirisasi produk penelitian dosen akan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ini bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Semoga edukasi pengolahan sampah organik skup rumah tangga ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” tutup Sri Sutari.
Tentang Sri Sutari
Perempuan aktif dan enerjik Ni Wayan Sri Sutari, S.P., M.P, ini biasa dipanggil Iiek. SP adalah gelar Sarjana Pertanian yang diperolehnya selama menempuh pendidikan S1 di Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada tahun 1999 dan lulus pada tahun 2004. Kemudian ia diterima sebagai staf pengajar di almamaternya di bidang Biologi Tanah Laboratorium.
Untuk mengembangkan ilmu, ia melanjutkan studi S1 di Program Studi Pascasarjana Bioteknologi Pertanian Universitas Udayana pada tahun 2007 dan lulus pada tahun 2011 dengan gelar MP (Magister Pertanian). Spesifikasi pengetahuannya adalah Pertanian Organik, Biologi Tanah dan Bioteknologi Pertanian yang ramah lingkungan. Penelitian yang Sri Sutari lakukan selama menjadi Dosen adalah tentang peran berbagai mikroorganisme dalam perombakan sampah organik kota.
Penelitian tentang mikroorganisme pengurai selulosa pada limbah organik khususnya limbah seremonial khususnya di Bali sangat menjadi perhatiannya. Hingga saat ini ia melanjutkan studi di Program Pascasarjana Ilmu Pertanian Universitas Udayana dan fokus pada Konsentrasi Sumberdaya Hayati.
Penelitian Sri Sutari berfokus pada eksplorasi bakteri selulolitik untuk mengurai selulosa pada sampah organik kota khususnya sisa-sisa upacara. Hasil akhir yang ia harapkan adalah ditemukannya isolat bakteri selulolitik yang dapat mempercepat penguraian sampah organik langsung dari sumbernya yaitu di rumah tangga.
Kerja sama penelitian selama ini banyak dengan Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, PKK, Kementerian Pertanian RI dan sering menjadi narasumber tentang “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Muda”, khususnya di bidang pertanian. Memotivasi generasi muda untuk menjadi petani merupakan tantangan baginya pribadi, bagaimana membuat profil pertanian yang menarik dan dapat dijadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan di masa depan.
Potensi pertanian di Indonesia umumnya dan Bali khususnya sangat memungkinkan untuk menghasilkan berbagai produk pertanian unggulan yang dapat diekspor. Ini adalah tantangan besar bagi Sri Sutari untuk maju.
Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi peluang bisnis yang paling diminati. Berkebun dan bercocok tanam di tengah kota atau lebih dikenal dengan Urban Farming menjadi hal yang paling hits saat ini.
Konsultan Khusus Pertanian Urban Farming adalah sesuatu yang sedang dikerjakan Sri Sutari saat ini. Membuka banyak lahan baru di tengah kota, ternyata banyak lahan produktif yang belum termanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi lahan pertanian perkotaan dengan pengolahan organik yang ramah lingkungan. (BB/501)











