Puskor Hindunesia dan Relawan Desak Dinkes Bali Tolak Program Wolbachia

Foto: Humas Puskor Hindunesia Dewa Putu Sudarsana bersama relawan WNA peduli Bali menyampaikan desakan agar Dinas Kesehatan Provinsi Bali tegas menolak program penyebaran telur nyamuk Wolbachia, Rabu (15/11/2023). (Sumber: BB/Kris)

Denpasar | barometerbali – Masih adanya kesimpangsiuran pernyataan resmi dari para pejabat dan masyarakat terkait program penyebaran 200 juta telur nyamuk Wolbachia membuat Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) Dewa Putu Sudarsana dan relawan Warga Negara Asing (WNA) peduli Bali meminta ketegasan dan mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali turut melakukan penolakan.

“Pj Gubernur Bali Sang Nyoman Mahendra Jaya menolak program penyebaran 200 juta telur nyamuk hingga ada kajian lebih lanjut. Kami harap Dinas Kesehatan juga melakukan penolakan yang sama,” desak Humas Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) Dewa Putu Sudarsana didampingi relawan peduli Bali saat pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr Nyoman Gede Anom di kantornya di Jalan Melati No.20, Denpasar.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Gelar Bulan Kapsul Vitamin A Terintegrasi POPM Cacingan, Sasar Lebih dari 20 Ribu Bayi dan Balita

“Kami menyampaikan aspirasi menolak dilanjutkannya program nyamuk Wolbachia karena banyak kerugian yang ditimbulkan daripada manfaatnya,” ungkap Sudarsana, Selasa (14/11/2023).

Pada kesempatan itu ia menuntut Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk mengeluarkan pernyataan tertulis mengenai penolakan program tersebut yang dilaksanakan di Kota Denpasar dan Singaraja tersebut.

“Tadi sudah ada pernyataan dari Bapak Walikota Denpasar dan Pj Gubernur Bali prihal penolakan program ini serta kami menuntut Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk membuat pernyataan tertulis untuk meredam situasi, agar tidak ada lagi dualisme di masyarakat,” pintanya.

Sudarsana menjelaskan dalam pertemuan sebelumnya, bahwa program tersebut sudah mendapat penolakan dari Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya di rumah jabatan Gubernur Bali di Jaya Sabha

“Sudah ada pernyataan resmi dari Bapak PJ Gubernur bahwa tidak akan melanjutkan program ini sampai ada kajian dan jurnal yang lebih mendalam prihal program Wolbachia,” sambungnya.

Berita Terkait:  Cakupan JKN 98,68 Persen, Jembrana Kembali Diakui Nasional Lewat UHC Award 2026
Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) Dewa Putu Sudarsana dan relawan Warga Negara Asing (WNA) peduli Bali meminta ketegasan dan mendesak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali turut melakukan penolakan. (Sumber: BB/Kris)

Menurutnya posisi dari Puskor Hindunesia bersama Pj Gubernur Bali dalam hal menolak dilanjutkannya program nyamuk Wolbachia.

“Kami tegak lurus bersama Pj Gubernur Bali dalam hal menolak dilanjutkannya program tersebut, bila perlu nyamuk dan semua telurnya dibawa keluar segera dari Bali,” imbuhnya.

Menurutnya jika program tersebut dipaksakan untuk dilanjutkan, pasti akan menimbulkan permasalahan bagi pariwisata Bali.

“Jika program ini dilanjutkan, sudah pasti akan timbul permasalahan bagi pariwisata Bali mengingat di beberapa negara sudah banyak menimbulkan permasalahan, apakah mau jika Bali ditinggalkan pariwisatanya,” jelasnya.

Ia berharap agar program tersebut tidak dilanjutkan lagi apapun alasannya karena sudah banyak negara yang mengalami kerugian.

“Apapun alasannya kami berharap program tersebut tidak dilanjutkan contohnya sudah banyak di beberapa negara sudah terjadi musibah setelah program ini (Wolbachia, red) diberlakukan, jangan sampai Bali menjadi korban selanjutnya,” pungkasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr Nyoman Gede Anom menyatakan pihaknya akan tegak lurus dengan Pj Gubernur Bali.

Berita Terkait:  Ny. Antari Jaya Negara Ajak Para Wanita, Deteksi Kanker Sejak Dini Lewat Tes IVA

“Kami akan tegak lurus terhadap Bapak Pj Gubernur Bali dalam mengambil langkah selanjutnya, kami akan menunggu arahan untuk mengambil langkah berikutnya,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr Nyoman Gede Anom menyatakan pihaknya akan tegak lurus dengan Pj Gubernur Bali menolak program nyamuk ber-Wolbachia (Sumber: BB/Kris)

Lebih lanjut prihal tuntutan mengenai pembuatan surat pernyataan ia menjelaskan akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Bali terlebih dahulu.

“Untuk surat nanti akan dibuat melewati birokrasi yang ada, Bapak Pj langsung yang akan menandatangani surat tersebut karena beliau sebagai pimpinan tertinggi di Provinsi Bali,” tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya masyarakat dilanda pro-kontra mengenai pelepasan nyamuk Wolbachia di Provinsi Bali, di mana di beberapa negara pelepasan nyamuk tersebut mengundang wabah penyakit, hal inilah yang mendapat perhatian serius dari Puskor Hindunesia bersama masyarakat peduli Bali yang diisi oleh Warga Negara Asing (WNA) yang cinta akan Bali. (213)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI