Selesai Tahun 2023 Lalu, Jembatan Desa Sidomulyo Kini Mulai Ambles

Foto: Jembatan yang berada di jalan Penghubung Utama Kecamatan (PUK) tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. (barometerbali/redho)

Bojonegoro | barometerbali – Jembatan yang berada di jalan Penghubung Utama Kecamatan (PUK) tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai ambles.

Jembatan yang baru selesai pengerjaannya tahun 2023 lalu itu mengalami penurunan tanah timbunan jalan pendekat jembatan (oprit) dan mengakibatkan ambles serta berlubang.

Tasripen pengguna jalan mengaku khawatir setiap kali melewati jembatan tersebut, dikahwatirkannya sewaktu waktu bisa saja terjadi kecelakaan karena lobang dijembatan itu semakin hari semakin lebar.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tekankan Percepatan Kinerja Usai Lantik Enam Pimpinan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov

“Saya khawatirkan untuk pengguna jalan yang jarang melewati jalur ini, bisa saja kejeblos ke lubangnya, apalagi melintas di saat malam,” ucapnya, Jum’at (01/11/2024).

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

“Semoga ada tindakan dari dinas PU yang membidangi jembatan, sebelum terjadi kecelakaan dan kerusakannya semakin parah,” harapnya.

Sebelumnya, proyek pengerjaan jembatan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem itu menimbulkan konflik yang berkepanjangan, pasalnya pengerjaannya sempat mandek selama setahun lebih.

Berita Terkait:  14 Orang Pegawai Lapas Kerobokan Resmi Naik Pangkat Usai Menyelesaikan Pendidikan Tinggi

Masyarakat sekitar pun kala itu banyak yang kecewa, karena aktivitas mereka merasa terganggu akibat proyek pengerjaan jembatan yang tak kunjung selesai dan terkesan sangat lambat, padahal itu adalah jalur utama dari Pohwates menuju Kecamatan Kedungadem.

Situasi ini tidak hanya menimbulkan keresahan di kalangan warga, tetapi juga memicu pertanyaan besar terkait pengawasan dan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Kabupaten Bojonegoro yang seharusnya memastikan proyek ini berkualitas dan tahan lama sesuai rencana.

Berita Terkait:  DPRD Bali Perpanjang Masa Kerja Pansus TRAP hingga September 2026

Lemahnya pengawasan dari dinas terkait jelas menjadi faktor utama dalam kualitas proyek ini. Jika pihak dinas melakukan pengawasan secara ketat, setiap tahapan pekerjaan seharusnya manfaat fasilitas yang dirasakan masyarakat semakin lama.

Sementara, Arik Nur Cahyo Kasi Jembatan PU BMPR Kabupaten Bojonegoro saat di informasikan oleh media ini terkait jembatan yang mulai ambles dan berlubang mengucapkan terimakasih dan akan menindaklanjuti.

Harapan masyarakat, jawaban tersebut semoga tidak hanya sebatas formalitas saja tanpa ada tindaklanjut. 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI