JMW Tegaskan Pariwisata Halal tak Elok Diterapkan di Bali

Bandesa Adat Kesiman Jero Mangku Ketut Wisna (JMW) menolak penerapan pariwisata halal di Bali. (barometerbali/213)

Denpasar | barometerbali – Pernyataan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati sontak memantik keresahan. Pasalnya, ia menyebutkan pariwisata halal berpotensi kembali dibuka di Bali sebab sejauh ini belum ada rencana untuk tidak melanjutkan rencana program tersebut.

Menanggapi pernyataan Wamen yang kerap disapa Ni Luh Puspa ini, salah satu tokoh adat di Bali, Jero Mangku Ketut Wisna (JMW) mengatakan pariwisata Bali adalah pariwisata yang berbasis pada adat dan budaya yang notabene dilaksanakan oleh desa adat. Menurutnya, wacana membangun pariwisata halal di Bali harus ditutup dan jangan dibuka lagi.

Berita Terkait:  Pecah!! 10 Tahun Vakum, Dentuman Jegog Suar Agung Kembali Guncang Jepang

“Jelas ini meresahkan. Pariwisata Bali lebih elok pariwisata yang berbasis adat dan budaya yang dilaksanakan desa adat. Biarkan seperti itu. Biarkan mereka (wisatawan, red) yang datang ke Bali karena ingin melihat keindahan alam, adat dan, budaya kita. Tidak perlu embel-embel halal,” tegas Bandesa Adat Kesiman itu, Jumat (1/11/24).

JMW saat Pileg 2024 sempat bertarung untuk maju di DPD RI namun belum beruntung. Ia dikenal fokus melakukan penguatan adat dan dresta di Bali. Selain itu, ia getol memperjuangkan agar diakomodirnya pembagian devisa antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Berita Terkait:  Teruskan Warisan Pekak Jegog, Jegog Jembrana Kembali Guncang Panggung Jepang Setelah Sepuluh Tahun

Sebelumnya, Wamenpar Ni Luh Enik Ermawati mengatakan pihaknya saat ini sedang memastikan kesiapan struktur internal kementerian. Namun ia mengatakan belum ada rencana untuk tidak melanjutkan program wisata halal di Bali.

“So far belum ada pembahasan untuk tidak melanjutkan (wisata halal Bali),” kata Ni Luh Puspa di Senayan, dilansir Tempo, Rabu, 30 Oktober 2024.

Diketahui, wacana membangun wisata halal di Bali sempat menimbulkan polemik. Wacana ini menjadi isu sensitif. Banyak yang menolak tidak menginginkan jika di Bali dikembangkan destinasi tertentu sebagai destinasi khusus wisata halal.

Berita Terkait:  Kadek Suardana dan Taksu dalam Sejarah Teater Bali Modern

Awal polemik ini muncul karena adanya kabar yang menyatakan bahwa Wishnutama, Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu akan merancang Pulau Dewata dan Toba sebagai destinasi ramah muslim.

Sementara itu, pengganti Wishunatama, Sandiaga Uno, mengatakan telah bertemu dan berdiskusi langsung dengan Gubernur Bali saat itu Wayan Koster untuk membahas soal wisata halal di Bali.

Sandiaga menegaskan semua pihak telah bersepakat bahwa Bali mengedepankan pariwisata berbasis budaya, berkearifan lokal, berkelanjutan, berkualitas, dan sehat.

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI