Audiensi Bersama Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Walikota Jaya Negara Bahas Solusi dan Komitmen Pengisian Kekurangan Tenaga Guru

Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat bertatap muka dengan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, pada Jumat (10/1) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta. (barometerbali/213)

Jakarta | barometerbali – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, untuk membahas solusi terkait kekurangan tenaga guru di Kota Denpasar. Pertemuan berlangsung pada Jumat (10/1) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta.

Berita Terkait:  Wujudkan Bali Hijau, Pemkab Bangli Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Lewat Kolaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal

Dalam audiensi tersebut, Walikota didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, serta Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Denpasar, Ni Made Ayu Agustini. 

Walikota Jaya Negara menjelaskan bahwa Kota Denpasar saat ini mengalami kekurangan tenaga guru sebanyak 317 orang. Pada tahun 2024, Pemkot Denpasar membuka 432 formasi PPPK Guru, sebagian besar telah diisi melalui seleksi Tahap 1 dan Tahap 2. Tahap 1 diisi oleh tenaga non-ASN guru yang sebelumnya bekerja di sekolah negeri, yang statusnya diubah menjadi ASN PPPK.

Berita Terkait:  Perkuat Kualitas Produk Hukum Daerah, Pemkot Denpasar Harmonisasikan Perwali Bersama Kanwil Kemenkum Bali

“Namun, kebutuhan guru masih belum terpenuhi sepenuhnya karena beberapa faktor. Yakni, pada tahun 2025, sebanyak 101 guru akan memasuki masa pensiun. Di samping itu, sebanyak 184 guru dibutuhkan, terdiri dari guru Bahasa Bali dan guru pengganti pensiun,” ujar Jaya Negara.

Walikota Jaya Negara juga menegaskan bahwa Pemkot Denpasar berkomitmen untuk mencari solusi berkelanjutan. Saat ini, kolaborasi dengan Komite Sekolah dilakukan sebagai langkah sementara untuk mengisi kekosongan guru, meskipun solusi permanen sangat diperlukan agar tidak membebani masyarakat.

Berita Terkait:  Bupati Kembang Teken Utang 'Masa Lalu' RSU Negara Rp33 Miliar Lebih, Pastikan Pelayanan Publik Tak Terhambat

“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat, sehingga kekurangan tenaga pendidik dapat segera teratasi dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Walikota.

Sementara, Dirjen GTK, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pemkot Denpasar dalam menjaga kualitas pendidikan.

“Kota Denpasar menjadi salah satu contoh daerah yang berupaya keras mengatasi kekurangan guru. Kami akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi yang konkret,” ujar Prof. Nunuk.

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI