Kolase foto: Peta di google maps yang menunjukkan pencantuman nama Pantai Kura Kura Bali dan Kepala Komunikasi PT BTID, Zakki Hakim (barometerbali/google map/rian)
Denpasar | barometerbali – Ramai diberitakan PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali melakukan perubahan nama Pantai Serangan menjadi Pantai Kura-kura Bali di google maps akhirnya menuai tanggapan.
Kepala Komunikasi PT BTID, Zakki Hakim, saat dihubungi barometerbali.com, Selasa (28/1/2025) menyampaikan klarifikasi sekaligus menyangkal PT BTID melakukan perubahan nama tersebut.
“Nama pantai itu, ga ada perubahan dari Kura Kura Bali. Itu adalah peninggalan pada World Water Forum (WWF), bulan Mei 2024. Jadi waktu itu dari panitia nasional, internasional bahkan, mereka bikin QR Code buat para peserta agar lebih gampang ke lokasi acara,” terang Zakki, Senin (27/1/2025).
Ia menuturkan saat itu panitia mengundang 3.000 orang. QR Code-nya di-share ke undangan dari mancanegara dan kedutaan-kedutaan. Selanjutnya oleh panitia dibuatkan nama lokasi seperti itu.
“Nah, sayangnya selesai acara sampai sekarang belum ada yang mencabut gitu dari google maps. Kalau diperhatikan di google maps itu sendiri, siapa saja bisa masukin ya dan nyabut. Nah kalau diperhatikan, di-zoom in, zoom out, di titik yang sama, nama Pantai Serangan masih ada yang naruh di situ,” jelas Zakki.
Ditanya terkait rencana untuk mengembalikan nama pantai seperti semula, Zakki menyatakan bahwa hal tersebut masih memungkinkan, tetapi memerlukan proses yang lama.
“Kalaupun akhirnya nanti kita yang mengajukan (perubahan nama) ke Google, itupun prosesnya mungkin bakal makan waktu beberapa minggu karena Google biasanya ada verifikasi dulu,” sebutnya.
Sekali lagi Zakki menegaskan bahwa ide perubahan nama tersebut bukan dari PT BTID.
“Idenya dari panitia. Tidak ada niat kami mengklaim pantai tersebut,” tandasnya.
Zakki menjelaskan bahwa lahan daratan pantai memang merupakan HGB (Hak Guna Bangunan) milik PT BTID dan tak ada lagi mengajukan HGB baru.
“Lahan daratan pantai dan daratannya itu memang lahan kami seluas 498 hektar,” cetusnya.
Ditanya soal perubahan lainnya seperti nama jalan Serangan menjadi jalan Kura Kura Bali di google maps, dirinya menyatakan hal itu terjadi ketika berlangsungnya event G20.
“Kalau yang ini peninggalan dari G20 tahun 2022. Pada waktu itu, sama juga banyak pemimpin dunia yang datang, banyak orang pemerintah yang datang, banyak acara G20. Dan karena orang Sesetan bilang itu Jalan Sesetan, orang Serangan bilang itu Jalan Serangan, orang Suwung bilang itu Jalan Suwung, ya dari pemerintah akhirnya memberi nama jalan itu Jalan Kura Kura Bali untuk sementara. Ya kita juga bingung jadinya,” tutup Zakki. (rah)









