Pengamat: PDI Perjuangan Tunda Kepala Daerah Ikut Retret Langkah Tepat

Foto: Pengamat Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte (barometerbali/rian)

Denpasar I barometerbali – Sejumlah Kepala daerah dari PDI Perjuangan menunda perjalanan untuk mengikuti kegiatan retret (pembekalan, red) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto di Magelang Jawa Tengah. Ketidakikutsertaan dari kepala daerah mengikuti kegiatan tersebut karena adanya instruksi dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menunda perjalanan para kepala daerah dari partainya ikut ke Magelang, Jawa Tengah.

Pengamat Universitas Udayana, Bali, Efatha Filomeno Borromeu Duarte, mengatakan penundaan perjalanan untuk mengikuti kegiatan retret oleh kepala daerah dari PDI perjuangan tersebut lantaran buntut kasus hukum yang menjerat Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto yang ditahan oleh KPK beberapa hari yang lalu.

Berita Terkait:  Said Iqbal Hadiri Musda–Muscab V Partai Buruh di Bali, Targetkan Kursi DPR hingga Perkuat Perlindungan Pekerja

Efatha mengungkapkan bahwa keputusan yang dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri terhadap kepala daerah dari PDI Perjuangan tersebut merupakan bentuk kekecewaan dari partai terhadap proses hukum yang menjerat Sekjen Hasto Kristianto.

“Jadi saya lihat memang ada beberapa faktor ya terutama terkait upaya untuk menegosiasikan ulang lagi masalah kasus Hasto Kristianto ini. Itu memang langkah yang harus diambil mengingat bahwa perdebatan atau upaya untuk menahan Hasto ini juga sudah sampai pada titik yang cukup krusial,” tegas Efatha saat dihubungi melalui telepon pada, Sabtu (22/2/2025) siang.

“Dan Ibu Mega juga sudah menyampaikan dalam beberapa statement-nya bahwa akan berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi dengan alasan politis mungkin di balik yang kita tidak ketahui, tetapi hal ini tentu kalau dibaca ya itu kan sebenarnya harus dipahami,” tambahnya.

Berita Terkait:  Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, Lapas Kerobokan Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil

Lebih lanjut, Efatha menerangkan bahwa masalah Hasto Kristianto ini adalah masalah kunci-kuncian politik, bahwa ada rahasia yang sebenarnya membuat leher mereka saling terkunci atau saling menjerat leher di pusat, makanya ini menjadi salah satu daya tawar yang bisa dilakukan oleh PDI Perjuangan agar nanti ke depannya itu mungkin di dalam tataran Koalisi Indonesia Maju, PDI Perjuangan bisa masuk dengan standar yang cukup tinggi.

“Dan saya melihat bahwa bisa saja ada suatu konspirasi, tapi ini tidak bisa dijadikan dasar, cuma analisis liar bahwa ada konspirasi terjadi di tataran politisi senior, yaitu angkatannya Pak Prabowo, angkatannya Pak SBY dan angkatannya Ibu Mega,” ungkap Efatha.

Berita Terkait:  Kukuhkan Ribuan Pengurus Anak Ranting, Ranting dan PAC Denpasar, Koster: Ini Bukan Seremonial tapi Amanah Perjuangan dan Tanggung Jawab Moral

Menurutnya, ini merupakan langkah untuk minimal mengurangi dan meregulasi kekuatannya Jokowi. Maka partai politik atau partai-partai besar selama ini sama -sama berkomunikasi dan mencari jalan tengah untuk coba menghentikan langkah Jokowi.

Selain itu, Efatha menilai apa yang dilakukan oleh PDI Perjuangan ini merupakan langkah yang diambil karena PDI Perjuangan ingin menunjukkan bahwa partai tersebut memiliki atensi yang cukup pro terhadap rakyat, mengambil langkah oposisi dan merawat basis massa.

“Karena bagaimanapun langkah-langkah ini, kan langkah yang cukup tepat untuk mereka ambil. Ketika sudah ikut retret, otomatis kan di dalamnya sudah berbeda gitu ya,” pungkas Efatha. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI