Percepat Pelaksanaan Sekolah Madyama Widyalaya, DPD RI Gelar FGD di Denpasar

Foto : Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar  Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Universitas Hindu Indonesia, Jumat (7/3). (barometerbali/eka/rah)

Denpasar | barometerbali – Guna mempercepat pelaksanaan pendidikan umum bercirikan agama Hindu atau Sekolah Madyama Widyalaya, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Universitas Hindu Indonesia, Jumat (7/3). 

Kegiatan ini dibuka Senator DPD RI Perwakilan Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dan bertindak sebagai narasumber dalam acara ini, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija.  Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana, Akademisi, DPRD, Perwakilan OPD, Praktisi, Bendesa, Perbekel/Lurah serta LSM dan masyarakat. 

Berita Terkait:  Ketua BKOW, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Hadiri Peringatan Hari Ibu Provinsi Bali

Senator DPD RI Perwakilan Provinsi Bali, Dr. IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan pendidikan tidak hanya berbicara soal pengembangan potensi kognitif, tetapi juga berkaitan dengan etika dan moral. Hal ini salah satunya dapat dicapai melalui pendidikan berbasis agama. 

“Pendidikan berbasis agama merupakan upaya inovatif untuk menyeimbangkan antara ilmu agama sains. Ada pengintegrasian antara filsafat kehidupan dengan teori sehingga dapat menghasilkan individu yang cerdas dan berkarakter,” ujarnya. 

Lebih lanjut Senator Rai Mantra mengatakan hadirnya Pendidikan Hindu Widyalaya merupakan spirit baru dalam perkembangan pendidikan berbasis agama. Melalui kurikulum berbasis hindu modern yang adaktif dengan sekolah umum. 

Berita Terkait:  Isu Wisata Bali Sepi Terbantahkan, Bandara Ngurah Rai Tetap Padat Saat Nataru

“Widyalaya diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan SDM Hindu yang unggul, berkarakter dan berbudaya serta selalu berpegang dalam ajaran Dharma dan Satya,” lanjut Senator Rai Mantra. 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Prof. I Nengah Duija mengajak seluruh peserta untuk  melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait apa itu Pendidikan Widyalaya.

“Tentu peran para pemangku kepentingan di daerah bisa lebih memasifkan sosialisasinya agar masyarakat paham mana Pendidikan Widyalaya mana Pasraman,” tandasnya.

Selain itu, Prof. Duija juga meminta agar kurikulum Pendidikan Widyalaya juga segera disosialisasikan untuk kepastian pedoman mana yang digunakan dan diterapkan.

“Di FGD ini saya berharap lebih fokus di percepatan sekolah Madyama Widyalaya untuk dalam perkembangan pendidikan berbasis agama. Melalui kurikulum berbasis hindu modern yang adaptif dengan sekolah umum,” ujarnya. 

Berita Terkait:  Refleksi Akhir Tahun 2025: Imigrasi Ngurah Rai Catat Kinerja Positif dan Layani 15 Juta Pelintas

Sementara Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Denpasar sangat berterima kasih kepada DPD RI yang telah memfasilitasi sosialisasi Sekolah Madyama Widyalaya sebagai langkah nyata pengembagan sekolah berbasis agama. 

Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi dengan diadakan FGD di Denpasar yang membahas tentang Sekolah Madyama Widyalaya.

“Untuk itu kami mengharapkan agar para peserta dapat mengikuti Focus Group Discussion dengan baik dan mendiskusikan hal-hal yang kurang jelas dengan para narasumber,” harap Alit Wiradana. (Eka/Rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI