Pernikahan Putri Nyoman Parta, Elegan Tanpa Sampah Plastik

InCollage_20250409_195845436
Pernikahan putri sulung Anggota DPR RI Nyoman Parta, Putu Prema Shanti Putri Saraswati, dengan Putu Eka Aditiya di Banjar Wangbung, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Rabu (9/4/2025), bebas dari sampah plastik (barometerbali/rah)

Barometerbali.com | Gianyar – Pernikahan putri sulung Anggota DPR RI Nyoman Parta, Putu Prema Shanti Putri Saraswati, SH., MH., dengan Putu Eka Aditiya, S.M., yang digelar di Banjar Wangbung, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, pada Rabu (9/4/2025), mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena kemegahan acaranya, tetapi karena komitmennya terhadap lingkungan: sepenuhnya bebas dari sampah plastik.

Dalam prosesi adat Bali yang sakral ini, semua peralatan makan dan dekorasi menggunakan bahan alami seperti daun dan material ramah lingkungan lainnya. Konsep ini sejalan dengan semangat Bali Bebas Sampah Plastik dan implementasi Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025.

Berita Terkait:  Beach Clean Up di Pantai Kelan Berhasil Kumpulkan 2,25 Ton Sampah

“Kami ingin memulai dari diri sendiri. Dengan menghindari plastik, kita bisa lebih menjaga alam dan menunjukkan cinta pada lingkungan,” ujar Putri Saraswati didampingi suaminya.

Selain itu, tamu undangan diminta tidak membawa karangan bunga dalam bentuk konvensional. Sebagai gantinya, mereka dianjurkan untuk memberikan tanaman atau pohon buah, yang bisa ditanam sebagai simbol pernikahan yang langgeng dan memberi manfaat jangka panjang.

Berita Terkait:  Relawan Advokasi Nusantara Minta Penegakan Hukum Usut Dugaan Kematian Mangrove di Tahura Ngurah Rai

Terkait kegiatan meminimalisir penggunaan plastik, Nyoman Parta telah lebih dari 5 tahun lalu menerapkannya dalam keseharian. Dengan konsep ini, ia berharap semakin banyak masyarakat Bali menerapkannya dalam berbagai acara. “Selain memberikan dampak spiritual, ritual seperti ini juga bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan,” tandasnya.

Sejumlah tokoh yang hadir, termasuk seniman pop Bali Yong Sagita dan Ketua Prajaniti Bali dr. Wayan Sayoga, turut mengapresiasi inisiatif ini. Mereka menilai pernikahan ramah lingkungan ini patut menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mendukung gerakan “Say No to Plastic.”

Berita Terkait:  Sekda Dewa Indra Terima Opini Ombudsman RI atas Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025

Dengan pendekatan ini, pernikahan bukan hanya menjadi momen sakral bagi kedua mempelai, tetapi juga berkontribusi pada gerakan hijau untuk Bali yang lebih bersih. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI