Oknum NTT Bikin Rusuh! Tokoh Flobamora Bali: Polisi Silakan Tangkap

IMG-20250515-WA0002
Mantan Ketua Flobamora Bali, Yosep Yulius Diaz saat diwawancara awak media di Denpasar, pada Rabu (14/5/2025) (barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Klungkung – Fenomena perilaku warga perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali menjadi perbincangan di tengah masyarakat Bali, terlebih khusus di media sosial. Hal tersebut lantaran perbuatan beberapa oknum asal NTT yang di Bali selalu membuat keributan sehingga menjadi menjadi sorotan dari berbagai pihak.

Salah satu tokoh asal NTT di Bali, Yosep Yulius Diaz pun angkat bicara terkait dengan ulah perilaku oknum warga NTT yang di Bali yang kerap meresahkan.

Mantan Ketua Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flores, Sumba, Timor, dan Alor (Flobamora) periode 2011 – 2023 ini meminta pihak kepolisian daerah Bali agar tidak ragu-ragu menangkap oknum perantau asal NTT yang suka berbuat masalah di Bali.

Berita Terkait:  Pansus TRAP Telusuri Dugaan Pelanggaran Tata Ruang di Proyek KEK Kura Kura Bali

“Kepada pihak kepolisian, jika ada oknum yang membuat kerusuhan, kami minta ambil saja pak dan segera ditindak tegas. Silakan tangkap,” tandas Yusdi Diaz di awak media disela-sela acara Dialog Tokoh Lintas Agama dan Tokoh Adat Provinsi Bali tahun 2025 di Puri Den Bencingah Semarapura, Kabupaten Klungkung, Rabu, (14/5/2025).

Yusdi Diaz, mengingatkan para perantau asal NTT di Bali agar berperilaku baik mengingat Bali adalah daerah pariwisata yang butuh ketenangan.

“Kan kita juga tidak suka, jika ada orang yang bertingkah tidak sesuai dengan adat istiadat setempat. Jadi, kita semua harus menghormati dan mensyukuri keindahan Bali berkah yang Maha Kuasa, agar hidup rukun,” katanya.

Berita Terkait:  Terima Kepala BPS Bali, Gubernur Koster Dorong Pembangunan Bali Berbasis Data Akurat

Ia mengharapkan, bagi saudara-saudara NTT terutama mereka yang baru datang ke Bali dan belum mengenal adat istiadat Bali, diharapkan berbaur untuk ikut serta dalam paguyuban-paguyuban supaya menemukan kebahagiaan dan kebersamaan.

“Jika mereka bergabung di dalam Paguyuban Flobamora, biasanya mereka mengenal dengan saudara-saudaranya yang lainnya dan saling mengingatkan satu sama lain,” tuturnya.

Selain itu, Yusdi Diaz juga mengajak anak-anak NTT beserta senior-senior dan juga para pengurus Paguyuban Etnis Nusantara (PEN) yang sudah berkeluarga di Bali agar selalu mengingat kepada saudaranya untuk berperilaku baik.

Berita Terkait:  Pelantikan Pengurus DPW NCPI, Koster Ajak Bersama Membangun Bali

“Saya mengingatkan saudara-saudaranya untuk selalu hidup rukun dan meningkatkan toleransi antar umat beragama sebagai modal dasar hidup di Bali yang berdasarkan pariwisata,” imbaunya.

Ia mengingatkan, jangan karena perbuatan beberapa oknum tersebut semua namanya jadi jelek.

“Saya warga Bali, ayah dari NTT dan ibu dari Bali serta besar di Bali. Saya cinta Bali, cinta NTT dan cinta Indonesia. Jadi, kita di sini selamanya harus rukun dan baik-baik saja,” tutup Yusdi Diaz. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI