Barometer Bali | Denpasar- Pelaku pencurian, penganiayaan dan pelecehan terhadap seorang perempuan inisial GP di Jimbaran berhasil ditangkap polisi. Pelaku berinisial VAP ditangkap di Jalan Taman Pancing, Denpasar, pada Sabtu (17/5/2025), sekitar pukul 23.00 Wita.
Pelaku ditangkap usai korban inisial GP (19) melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kute selatan. Kejadian tersebut bertempat di Jalan Kampus Unud, Gang Pondok Mekar, Kelurahan Jimbaran, pada Selasa (13/5/2025) pukul 5.30
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Laorens Rajamangapul Heselo, mengatakan pada saat itu korban sedang berpergian ke serangan. Jadi saat itu korban dari tempat tinggalnya menuju halte bus di Jimbaran di atas fakultas pertanian Unud, kemudian pelaku datang menawarkan jasa ojek, tetapi korban menolak.
“Pelaku memarkir sepeda motor di depan gang lalu menghampiri korban dan mengeluarkan pisau dan ditodongkan ke leher korban,” jelasnya.
“Korban ditarik ke semak-semak, dengan tangan dan kaki di ikat
kemudian baju korban dirobek dipakai menutup bibir korban, pelaku penutup wajah korban dengan celana yang diambil di tas korban,” ungkapnya
Kompol Laorens menyampaikan setelah kejadian tersebut pelaku melarikan diri dengan membawa barang milik korban berupa dompet, KTP, kartu mahasiswa, kartu ATM, dan satu unit handphone.
“Tersangka kami kenakan pasal berlapis yaitu Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 351 KUHP (penganiayaan), Pasal 289 KUHP (percabulan) dan Pasal 303 KUHP tentang perjudian,” sebutnya.
Diketahui, pelaku diduga telah melakukan tindak pidana serupa terhadap tiga orang korban lainnya. Total ada empat korban satu WNA asal Rusia dan tiga warga negara Indonesia bahkan ada satu orang korban masih di bawah umur. Semua korban merupakan perempuan.
Dalam melakukan aksinya tersebut, pelaku berpura-pura menawarkan diri sebagai tukang ojek, merampas barang korban hingga melakukan penganiayaan serta pelecehan seksual.
“Modusnya sama (pelaku) mengambil barang dan sempat melakukan pelecehan, tetapi ada yang tidak sempat mengambil handphone karena ada perlawanan,” pungkas Kompol Laorensns. (rian)











