Musda Ditunda, Golkar Bali Diuji: Sugawa Korry Pilih Tunduk Perintah Pusat dan Jaga Soliditas Partai

Screenshot_20250614_145124_Photo Editor
Ketua DPD Golkar Bali, Dr. I Nyoman Sugawa Korry memberikan pengarahan dan pembekalan politik kepada ratusan kader di wantilan Sekretariat Golkar Bali, Jl Supapati no 9 Denpasar, Sabtu (14/6/2025). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Penundaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Bali yang semula direncanakan pada 23 Mei 2025 di Nusa Dua menyisakan berbagai dinamika internal. Namun di balik riak tersebut, Ketua DPD Golkar Bali, Dr. I Nyoman Sugawa Korry, justru tampil sebagai sosok peneduh yang mengedepankan kedewasaan berpolitik dan loyalitas terhadap garis organisasi.

Ketua Steering Committee Musda, Dewa Made Suamba Negara, memastikan penundaan terjadi karena Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, belum dapat hadir langsung. Kehadiran Bahlil dinilai penting, sebagai bentuk perhatian pusat terhadap regenerasi kepemimpinan daerah.

Berita Terkait:  Said Iqbal Hadiri Musda–Muscab V Partai Buruh di Bali, Targetkan Kursi DPR hingga Perkuat Perlindungan Pekerja

Di saat sebagian pihak mulai berspekulasi, Sugawa Korry menjawab dengan sikap tegas namun tenang. Dalam forum resmi Pendidikan Politik Kader bertajuk “Golkar Solid, Bali Jaya, Indonesia Maju”, Sabtu (14/6/2025) di Denpasar, ia menegaskan kesetiaannya pada DPP.

“Ketika DPP memerintahkan apapun, langsung melalui Ketua Umum, saya pasti akan tunduk. Dan itu juga sudah saya sampaikan kepada Bapak Ketua Umum,” ujar Sugawa di hadapan ratusan kader.

Lebih lanjut, Sugawa menepis anggapan bahwa Musda adalah ajang tarik-menarik kekuasaan. Ia justru mengingatkan agar para kader menjadikan momentum Musda sebagai konsolidasi dan pemersatu.

Berita Terkait:  Polda Bali Kejar 6 Pelaku Penculikan WN Ukraina, DPO dan Red Notice Interpol Diterbitkan

“Kita tidak ingin karena Musda, partai malah terpecah. Itu hal yang sangat saya hindari,” ungkapnya serius.

Ia tak segan mengungkit kembali pelajaran pahit dari masa lalu, ketika sejumlah tokoh penting Golkar Bali tersingkir dan menyebabkan kekosongan basis dukungan.

“Dulu saat kita menyingkirkan Pak CBS, kita kehilangan basis Gianyar. Di Karangasem, Pak Geredeg, dan Pak Sudikerta di Badung Selatan. Ini tidak boleh terulang,” tegasnya.

Sugawa juga menegaskan sikapnya yang enggan terpancing isu-isu liar di media.

Berita Terkait:  Bergerak dan Berbagi di Kabupaten Tabanan, Ibu Putri Koster Ingin Tiga Kecamatan Jadi Percontohan PSBS

“Saya tidak ingin memperkeruh suasana. Lebih baik saya fokus menjalankan mekanisme partai secara tertib, dan tetap dalam rel keputusan DPP,” katanya.

Sejauh ini, dua nama besar menjadi kandidat kuat Ketua DPD Golkar Bali: Sugawa Korry dan Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, anggota DPR RI lima periode dari Dapil Bali. Keduanya sama-sama memiliki rekam jejak panjang dalam mengawal kejayaan Golkar di Pulau Dewata.

Namun di tengah tarik-menarik figur, satu hal tampaknya menjadi penentu masa depan partai: siapa yang mampu mempersatukan, bukan sekadar menang. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI