Barometer Bali | Denpasar – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla atau dikenal Ratu Wulla, menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Sumba Barat Daya (IKSBD) Bali di Aula Korem 163/Wirasatya, Denpasar, Bali, pada Sabtu (28/6). Acara tersebut juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya.
Dalam sambutannya, Ratu Wulla mengajak warga Sumba di Bali untuk menjaga sikap dan perilaku serta menghormati budaya lokal. Menurutnya dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
Selain itu, Ia menyoroti bahwa pentingnya mengembalikan citra positif warga Sumba yang sempat tercoreng oleh tindakan segelintir oknum.
“Kita ketahui bersama ada ulah oknum-oknum yang mencederai nama baik kita bersama. Ulah tersebut meski dilakukan oleh segelintir orang, tetapi berdampak luas terhadap citra komunitas,” ujarnya.
Politisi dari Partai NasDem itu menekankan bahwa masih banyak warga Sumba di Bali yang berprestasi dalam berbagai bidang, namun keberhasilan mereka sering tenggelam akibat tindakan segelintir orang yang terlibat dalam persoalan hukum.
“Tugas kita bersama adalah mengembalikan kepercayaan, menanamkan harapan baru, dan menenangkan hati masyarakat Bali. Satu langkah kecil yang dilakukan secara kolektif akan memberikan hasil yang besar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum IKSBD Bali yang baru dilantik, Samuel Sairo Kalumbang, menegaskan bahwa sebagian besar permasalahan yang terjadi selama ini melibatkan warga yang tidak tercatat dalam komunitas etnis maupun gereja.
“Adik-adik yang tinggal di bedeng-bedeng proyek, yang tidak terdaftar di unit suka-duka dan komunitas gereja, kerap kali luput dari pantauan,” ujar Samuel.
Ia menegaskan bahwa dalam kepengurusan IKSBD Bali dibawah kepemimpinannya akan segera melakukan pendataan terhadap warga Sumba Barat Daya, terutama pekerja temporer, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk solusi jangka panjang.
Selain itu, Samuel juga mengungkap selama ini pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi terhadap warga Sumba terlebih khusus yang baru datang ke Bali, agar tetap berprilaku baik demi menjaga budaya Sumba yang dikenal ramah dan baik. (rian)











