Bali Jadi Pelopor Virtual Power Plant, Gubernur Koster dan PLN Matangkan Langkah Energi Bersih

Screenshot_20250730_171753_WhatsAppBusiness
Gubernur Bali Wayan Koster menerima penjelasan dari Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa saat ini kapasitas kelistrikan Bali sebesar 1.519 MW, termasuk pasokan dari interkoneksi Jawa-Bali. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar  – Provinsi Bali bersiap mencetak sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang menerapkan sistem Virtual Power Plant (VPP) berbasis energi bersih. Hal ini terungkap dalam rapat kerja antara Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (30/7/2025).

Gubernur Koster menegaskan bahwa kemandirian energi berbasis energi terbarukan sangat penting bagi keberlanjutan pariwisata dan citra Bali sebagai pulau hijau. Ia mengapresiasi komitmen PLN dalam mendukung transformasi energi di Bali.

Berita Terkait:  Koster Resmi Berlakukan Perda Lahan Produktif, Tegas Larang Praktik Nominee di Bali

“Kerja sama strategis ini sangat penting untuk menjaga masa depan Bali, baik dari sisi lingkungan maupun sektor pariwisata,” ujar Koster.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa saat ini kapasitas kelistrikan Bali sebesar 1.519 MW, termasuk pasokan dari interkoneksi Jawa-Bali. Namun, dengan proyeksi beban puncak mencapai 1.400 MW dan pertumbuhan tahunan di atas 10 persen, penguatan sistem menjadi sangat mendesak.

Berita Terkait:  Koster Terbitkan Perda Lahan Produktif dan Nominee, Akademisi Unud: Selamatkan Subak

PLN tengah menyiapkan sejumlah proyek prioritas, seperti pembangunan terminal LNG, PLTS skala besar, jaringan SUTET 500 kV, hingga pengembangan sistem Smart PV Rooftop. Salah satu terobosan penting yang akan diterapkan adalah Virtual Power Plant berkapasitas awal 100 MWp mulai Agustus 2025.

“Konsep VPP ini akan menjadikan Bali sebagai proyek percontohan nasional dalam sistem kelistrikan modern dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Dengan sistem VPP, pembangkit listrik tersebar di berbagai titik di Bali dan dikelola secara digital melalui jaringan pintar (smart grid). Model ini diyakini mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik, mempercepat pemerataan energi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis energi bersih.

Berita Terkait:  133 Perbekel se-Tabanan Dikumpulkan, Inspektorat Tekankan Wajib Lapor LHKPN Sebelum 31 Maret 2026

Turut hadir dalam rapat ini jajaran pimpinan PLN, seperti Direktur Transmisi Edwin Nugraha Putra, Dirut PLN Indonesia Power Bernadus Sudarma, dan Dirut PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto, serta pejabat Pemprov Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI