Cuaca Ekstrem Rusak 17 Perahu di Pesisir Jembrana

IMG-20250806-WA0014_L96zm7Nc0b
Foto: Gelombang tinggi yang menerjang ke awasan pesisir Jembrana pada Selasa (5/8/2025), sekitar pukul 23.15 Wita. (Barometerbali/yus)

Barometer Bali | Jembrana – Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pesisir Jembrana pada Selasa (5/8/2025), sekitar pukul 23.15 Wita, ternyata berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Seperti yang terjadi di kawasan pesisir Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana. Puluhan jukung milik nelayan setempat hilang terbawa gelombang laut. Ada pula beberapa jukung terbalik dan mengalami kerusakan parah.

“Gelombang air laut sangat tinggi, bahkan sampai masuk ke daratan. Banyak jukung nelayan yang terparkir di pesisir hilang dibawa gelombang,” terang Dewa Komang Mangku, warga pesisir Candikusuma, Rabu (6/8/2025).

Selain banyak jukung hilang terbawa arus dan gelombang tinggi, sejumlah jukung milik nelayan yang terparkir di pesisir pantai juga mengalami kerusakan parah akibat hantaman gelombang yang tinggi.

Berita Terkait:  Di Hadapan Ribuan Mahasiswa Unud, Gubernur Koster Paparkan Program 1 Keluarga 1 Sarjana

“Untungnya saat terjadi gelombang tinggi tidak ada nelayan yang melaut, jadi tidak infonya tidak ada nelayan yang hilang,” imbuhnya.

Sementara itu di kawasan pesisir pantai Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, juga terjadi gelombang tinggi. Informasi warga sekitar, tingginya gelombang mencapai lima meter lebih.

Karena tingginya gelombang, air laut sampai naik ke daratan hingga masuk ke pekarangan rumah-rumah warga yang berada di pesisir pantai.

Berita Terkait:  Bersihkan Sampah Pantai, Gubernur Koster Instruksikan Satgas Siaga 24 Jam

Tidak ada rumah warga yang dilaporkan rusak akibat hantaman gelombang tinggi tersebut, hanya beberapa fasilitas kursi dan meja milik Pokdarwis Segara Ramsi banyak yang terbalik.

“Warga yang tinggal di pesisir semuanya ketakutan karena gelombangnya sangat tinggi. Air laut sampai masuk ke pekarangan rumah,” tutur Dek Nur, warga Yehembang.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat di hubungi Rabu (6/8/2025) melaporkan jika ada sekitar 17 perahu nelayan jenis fiber yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut, Dengan total kerugian ditafsir Rp15 juta. Ia mengimbau kepada masyarakat Jembrana khususnya warga pesisir untuk selalu waspada terkait cuaca ekstrem yang beberapa hari ini menghantui pesisir Jembrana.

Berita Terkait:  Kesepakatan Damai Pasca Pembakaran Kapal, Nelayan Ngemplakrejo Dilarang Gunakan Trawl dan Bondet

“Kami menghimbau masyarakat selalu waspada, khususnya masyarakat pesisir untuk memperhatikan laporan cuaca yang bersumber dari lembaga resmi pemerintah setempat,” ucapnya.

Agus juga menambahkan jika masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan untuk menambatkan kapalnya di wilayah yang aman jika memungkinkan untuk membawanya ke darat.

“Selalu mejaga keselamatan diri apabila melaut dan segera melapor ke aparat setempat atau melapor ke BPBD Jembrana jika terjadi bencana,” tandasnya. (yus)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI