Influencer Rusia, “Mr Terimakasih” Jadi Korban Penculikan dan Pemerasan di Bali

Screenshot_20251021_144417_Photo Editor
Influencer asal Rusia, Sergeii Domogatsky dikenal dengan nama Mr. Terimakasih, menjadi korban penculikan, pemerasan, dan penyiksaan oleh kelompok bersenjata di Bali. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar — Seorang influencer asal Rusia, Sergeii Domogatsky atau dikenal dengan nama mr.terimakasih, menjadi korban penculikan, pemerasan, dan penyiksaan oleh kelompok bersenjata di Bali.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/10/2025) malam saat Sergeii tengah mengendarai sepeda motor pada malam hari.

Tiba-tiba, sebuah mobil Alphard hitam menghadang dan dua pria berpakaian seperti polisi menyeretnya ke dalam kendaraan tersebut.

“Saya dibawa ke sebuah rumah di daerah Bukit. Di sana saya dipukuli dan disiksa dengan stun gun. Mereka juga menutup kepala saya dengan kantong dan mencekik saya. Ini berlangsung selama tiga jam,” ungkap Sergeii kepada wartawan di Sanur, (21/10/2025).

Menurutnya, para pelaku menaruh pistol dan paket berisi bubuk tak dikenal di tangannya, lalu memaksanya mentransfer uang sebesar 1 juta dolar AS dengan ancaman akan memenjarakannya.

“Kemudian datang tiga warga negara Rusia. Mereka juga memukuli saya, mencekik, dan menyiksa dengan listrik. Mereka mengancam akan membunuh saya. Saya berkali-kali mengatakan tidak punya uang,” tutur Sergeii yang kerap mengunggah konten di media sosial membantu orang-orang yang ditemui di jalan.

Berita Terkait:  Polda Bali Kejar 6 Pelaku Penculikan WN Ukraina, DPO dan Red Notice Interpol Diterbitkan

Setelah mengalami penyiksaan, Sergeii dibuang di area ladang dekat Hotel Kempinski.

Atas kejadian itu, korban melaporkannya ke Polda Bali dengan nomor laporan STTLP/732/X/2025/SPKT/POLDA BALI, tertanggal 19 Oktober 2025.

“Ini dilakukan oleh geng yang sudah lama terlibat dalam kegiatan serupa di Bali. Lebih dari 20 orang telah menjadi korban dari mereka,” tandas Sergeii.

Pola Kejahatan yang Berulang di Bali

Dalam satu tahun terakhir, sejumlah warga negara asing (WNA) melaporkan kasus penculikan, pemerasan, dan penyiksaan di berbagai kawasan Bali dengan modus operandi yang serupa.

Para pelaku umumnya menyamar sebagai aparat penegak hukum, lengkap dengan seragam, senjata, borgol, hingga dokumen palsu untuk meyakinkan korban.

Kasus-Kasus dengan Pola Serupa di Bali

1. Canggu (14 Juli 2025)

Pasangan WNA asal Rusia dan Kazakhstan diserang di vila, diikat, disiksa, dan dipaksa membuka crypto wallet, dengan kerugian sekitar USD 736.000 atau Rp12 miliar.

Berita Terkait:  Kapolsek Sokobanah Sampang Kecolongan, Judi Sabung Ayam Diduga Sebulan Beroperasi tanpa Tersentuh Hukum

2. Jimbaran (9 Juli 2025)

Empat pelaku, dua berseragam Imigrasi dan dua bertopeng, menodong pistol dan memeras WNA asal Rusia, dengan memuntut tebusan USD 150.000 atau Rp2,4 miliar.

3. Mengwi (27 Juni 2025)

Perempuan WNA asal Ukraina dipukul, diikat, dan dipaksa mentransfer aset crypto USD 30.000 atau sekitar Rp500 juta di bawah ancaman senjata tajam.

4. Ungasan–Ubud (15 Desember 2024)

Dua WNA asal Rusia disergap, disiksa, dan kehilangan aset crypto senilai USD 214.000 atau Rp3,5 miliar.

5. Jimbaran (25 November 2024)

WNA Rusia, Gleb Vedovin, diculik dan disiksa oleh kelompok berseragam hitam. Dipaksa menyerahkan aset crypto senilai USD 200.000 atau sekitar Rp3,3 miliar.

Dugaan Sindikat Kriminal Lintas Negara

Berdasarkan kesaksian korban sebelumnya, pelaku berbicara dalam berbagai bahasa Rusia, Ukraina, Chechnya, Arab, dan Indonesia.

Berita Terkait:  Tanpa Tes Urine, Sidak Lapas Bojonegoro Dipertanyakan Aktivis

Hal ini mengindikasikan adanya sindikat internasional dengan jaringan lintas negara.

Mereka menyasar turis, investor, pemilik vila mewah, hingga pelaku industri crypto.

Para korban menduga terjadi kebocoran data pribadi, termasuk alamat vila dan informasi keuangan yang digunakan untuk menargetkan mereka.

Ancaman bagi Keamanan dan Reputasi Bali

Rangkaian kasus ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan warga asing dan iklim investasi di Bali, serta berpotensi mencoreng citra pulau yang dikenal aman bagi wisatawan dunia.

Tanpa penegakan hukum yang tegas dan transparan, kepercayaan internasional terhadap sistem hukum Indonesia bisa menurun dan mengganggu stabilitas investasi di sektor pariwisata dan properti.

Seruan Tindakan Tegas

Kasus Sergeii Domogatsky menunjukkan ancaman nyata sindikat kriminal lintas negara di Bali.

Publik mendesak aparat dan pemerintah segera melakukan investigasi terpadu untuk menelusuri jaringan pelaku dan aliran dana hasil kejahatan.

Bali diharapkan kembali menjadi tempat aman bagi wisatawan dan investor, bukan wilayah yang dikendalikan mafia internasional. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI