Barometer Bali | Jembrana — Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Jembrana sejak Jumat (30/1/2026) hingga Sabtu (31/1/2026) memicu sejumlah kejadian bencana alam.
Dampaknya, beberapa pohon tumbang dan satu titik tanah longsor dilaporkan terjadi di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, membenarkan rangkaian kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), tercatat sedikitnya empat peristiwa pohon tumbang serta satu kejadian tanah longsor.
“Seluruh kejadian tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka,” ujarnya.
Di lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, hujan deras menyebabkan empat pohon cengkeh tumbang dan menimpa bangunan warga.
Kerusakan meliputi atap rumah, penunggun karang, hingga tempat penampungan air. Satu rumah mengalami kerusakan paling parah dengan estimasi kerugian sekitar Rp5 juta, sementara kerugian lainnya berkisar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.
“Ada empat titik pohon tumbang di Dewasana, semuanya pohon cengkeh yang roboh dan mengenai bangunan warga. Pendataan kerugian sudah kami lakukan,” jelas Agus Artana.
Sementara itu, tanah longsor terjadi di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, pada Sabtu (31/1/2026) dini hari. Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang merobohkan senderan tembok merajan sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi sekitar 3 meter. Akibatnya, tembok penyengker dan pondasi sanggah mengalami kerusakan dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III bersama Pusdalops BPBD Jembrana langsung turun ke lapangan melakukan penanganan serta kaji cepat untuk memastikan kondisi aman dan terkendali. Penanganan longsor juga melibatkan aparat desa dan masyarakat setempat.
BPBD Jembrana mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan BPBD atau aparat desa setempat. (rah)











