Perkuat Akses Destinasi Wisata Unggulan, Bali–NTB–NTT Kaji Seaplane Alternatif Angkutan Laut

BARO FEB F 8
Launching pesawat amfibi (seaplane) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa waktu lalu. ( barometerbali/dok.KEMENHUB)

Barometerbali.com- | Denpasar – Pengembangan transportasi dan konektivitas laut, penyeberangan, serta udara menjadi salah satu poin utama dalam kerja sama regional antara Provinsi  Bali, NTB, dan NTT (KR BNN).

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antarwilayah, meningkatkan kualitas layanan transportasi, serta mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pengembangan sektor pariwisata di kawasan Bali dan Nusa Tenggara (Nusra).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Ervan Anwar mengatakan bahwa penguatan konektivitas transportasi regional merupakan langkah strategis mengingat karakteristik wilayah Bali, NTB, dan NTT yang didominasi oleh perairan dan kepulauan.

“Karena itu, peningkatan layanan angkutan laut penyeberangan, dan udara menjadi fokus utama dalam kerja sama ini,” kata dia.

Di dalam Rencana Aksi KR BNN pada Sub Bidang Perhubungan, dalam ruang lingkup peningkatan layanan angkutan laut, penyeberangan, dan udara, Dishub NTB bersama pemerintah daerah terkait melakukan koordinasi dan sinkronisasi pengembangan konektivitas yang menghubungkan ketiga provinsi.

Koordinasi ini dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing daerah agar perencanaan dan pelaksanaan program dapat berjalan searah dan saling mendukung.

Berita Terkait:  Tentukan Tujuan Destinasi! 5 Tips Membuat Itinerary Liburan Bersama Teman

“Kami mengoordinasikan dan melakukan sinkronisasi pengembangan konektivitas lintas Bali, NTB, dan NTT sesuai kewenangan masing-masing. Hal ini penting agar kebijakan dan program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Selain itu, dilakukan pula pemetaan potensi serta evaluasi terhadap rute eksisting angkutan laut, penyeberangan, dan udara antarprovinsi. Evaluasi ini bertujuan untuk melihat efektivitas rute yang sudah ada, sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan rute baru yang lebih strategis.

“Melalui pemetaan potensi dan evaluasi rute eksisting, kita ingin mengetahui rute mana yang perlu diperkuat, dikembangkan, atau disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” kata Ervan.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan dapat dihasilkan dokumen rencana konektivitas angkutan laut, penyeberangan, dan udara regional, serta peta potensi dan basis data rute konektivitas laut, penyeberangan, dan udara Bali–NTB–NTT yang akan menjadi acuan dalam perencanaan transportasi ke depan.

Kerja sama regional ini juga mencakup penyusunan kajian terkait konektivitas angkutan laut, penyeberangan, dan udara Bali–NTB–NTT.

Berita Terkait:  Diterpa Isu Negatif, Pariwisata Bali Tetap Kokoh, Wisman Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kajian tersebut disusun berdasarkan data dan masukan dari masing-masing provinsi untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi konektivitas transportasi regional.

“Kajian ini menjadi dasar penting dalam perencanaan. Dari situ kami menyusun rekomendasi penguatan dan pengembangan rute strategis angkutan laut dan udara yang dinilai memiliki dampak besar bagi konektivitas antarwilayah,” ujar Ervan.

Output dari kegiatan ini berupa dokumen kajian konektivitas transportasi regional serta rekomendasi rute strategis konektivitas laut dan udara Bali–NTB–NTT yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas layanan transportasi dan mendorong pemerataan pembangunan.

Selain angkutan laut, penyeberangan, dan udara konvensional, pengembangan rute seaplane juga menjadi bagian dari kerja sama Bali–NTB–NTT.

Pengembangan seaplane diarahkan untuk mendukung konektivitas antar destinasi wisata unggulan, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat dan bandara.

Dalam tahap awal, dilakukan identifikasi destinasi wisata unggulan yang berpotensi menjadi lokasi pendaratan seaplane di perairan atau aerodrome di wilayah Bali, NTB, dan NTT.

Berita Terkait:  3 Lokasi Wisata Raih Penghargaan! Imbas Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia Tahun 2026

Selanjutnya, dilakukan kajian potensi dan kelayakan konektivitas point to point antar destinasi wisata, baik dari aspek teknis, operasional, maupun ekonomi.

“Seaplane menjadi alternatif transportasi yang potensial untuk menghubungkan destinasi wisata unggulan di Bali, NTB, dan NTT. Karena itu, diperlukan kajian kelayakan yang matang sebelum pengoperasiannya,” jelas Ervan.

Tahapan berikutnya meliputi pengoperasian seaplane serta penyusunan rencana dan rekomendasi teknis pengembangan rute seaplane antar destinasi wisata Bali–NTB–NTT.

Output yang diharapkan antara lain daftar destinasi wisata prioritas sebagai rencana lokasi pendaratan seaplane, dokumen feasibility study lokasi aerodrome di perairan, serta rencana dan rekomendasi teknis pengembangan rute seaplane secara berkelanjutan.

Melalui penguatan konektivitas transportasi laut, penyeberangan, udara, serta pengembangan seaplane ini, kerja sama regional Bali–NTB–NTT diharapkan mampu mempercepat integrasi wilayah, meningkatkan daya saing pariwisata, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Bali dan Nusra. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI