Inilah 39 Nominasi Lomba Ogoh-Ogoh Tabanan 2026 Tingkat Kecamatan

Screenshot_20260303_212954_InCollage - Collage Maker
Tim juri lomba menilai ogoh-ogoh di Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, disertai dokumentasi sejumlah ogoh-ogoh karya pemuda peserta lomba tahun sebelumnya yang menampilkan detail artistik, kekuatan karakter, serta pesan filosofis sebagai wujud pelestarian tradisi dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Tabanan. (barometerbali/tmc/rah)

Barometer Bali | Tabanan – Semangat kreativitas generasi muda Tabanan kembali menggelora menjelang perayaan Tahun Baru Caka 1948. Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan resmi menetapkan 39 nominasi dari total 64 peserta yang mendaftar dalam Lomba Ogoh-Ogoh Sekaa Teruna di 10 kecamatan se-Kabupaten Tabanan. Lomba ini menjadi rangkaian utama Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 yang mengusung tema “Nyomya Butha Kala Nyanggra Nawa Warsa I Caka 1948 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana”.

Festival Ogoh-Ogoh Singasana merupakan inisiasi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M sejak tahun 2024 dan kini memasuki pelaksanaan tahun ketiga. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap kreativitas Sekaa Teruna dalam melestarikan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya Bali melalui kreasi ogoh-ogoh.

Sebanyak 39 Sekaa Teruna yang lolos nominasi berasal dari 10 kecamatan.

  • Kecamatan Baturiti terdapat empat peserta, yakni STT Darma Bakti, STT Sekar Yowana, STT Tunggal Panji Laksana, dan STT Giri Merta.

  • Kecamatan Pupuan diwakili satu peserta, STT Pratisentana Ardhani Nararya.

  • Kecamatan Selemadeg meloloskan tiga peserta, yakni STT Kemoning Sari, STT Graha Shantika Putra, dan ST Yowana Bhakti Kecana.

  • Selemadeg Barat satu peserta, Sekaa Teruna Santhi Dharma Yowana.

  • Selemadeg Timur terdapat lima peserta, yakni Sekaa Teruna Widya Santhi, Sekaa Teruna Kepet, Sekaa Teruna Yowana Sanjiwani, Sekaa Teruna Jangga Werdhi Yowana, dan Sekaa Teruna Watu Galuh.

  • Kecamatan Penebel meloloskan lima peserta, yakni Sekaa Teruna Satya Sentana, Sekaa Teruna Tri Tunggal Jaya, Sekaa Teruna Yowana Eka Murti, Sekaa Teruna Widya Yowana Bhakti, dan Sekaa Teruna Dharma Canthi.

  • Kecamatan Kerambitan juga lima peserta, yakni Sekaa Teruna Taruna Bhakti, Sekaa Teruna Eka Dharma, Sekaa Teruna Panji Semirang, Sekaa Teruna Tri Puspajati, dan Sekaa Teruna Silabhakti.

  • Kecamatan Marga diwakili lima peserta, yakni Sekaa Teruna Bhuana Dharma Putra, Sekaa Teruna Tunas Mekar, Sekaa Teruna Marga Putra, Sekaa Teruna Sesana Putra, dan Sekaa Teruna Bhina Satrya.

  • Kecamatan Kediri meloloskan lima peserta, yakni Sekaa Teruna Sadhu Mertha Sanggulan, Sekaa Teruna Sasadara, Sekaa Teruna Widya Saguna, Sekaa Teruna Widya Guna Dharma, dan Sekaa Teruna Permata.

  • Kecamatan Tabanan juga diwakili lima peserta, yakni Sekaa Teruna Murti Sentana, Sekaa Teruna Eka Adnyana, Sekaa Teruna Tri Wikrama, Sekaa Teruna Kocala Taruna, dan Sekaa Teruna Eka Karya Dharma Canthi.

Berita Terkait:  Setahun Sanjaya–Dirga, Ekonomi Tabanan 2025 Tumbuh 5,45 Persen, PDRB Tembus Rp29,98 Triliun

Selanjutnya, seluruh nominasi akan berkompetisi di tingkat kecamatan untuk menentukan Juara I, II, dan III. Para juara tingkat kecamatan akan menerima hadiah uang tunai, dan khusus Juara I dari masing-masing kecamatan wajib mengikuti Festival Singasana III tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Juara I tersebut berhak memperoleh biaya kepesertaan sebesar Rp35.000.000 serta Ogoh-ogoh dipajang selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026, di Area Garuda Wisnu Singasana (GWS) Kota Tabanan. Penilaian tingkat kabupaten dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret 2026.

Berita Terkait:  Bupati Satria Hadiri Pelantikan PPM Klungkung, Tekankan Sinergi Bersama Majukan Klungkung

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menegaskan bahwa panitia hanya memfasilitasi kebutuhan dasar saat pemajangan ogoh-ogoh di tingkat kabupaten. “Saat pemajangan di tingkat Kabupaten di GWS, panitia hanya menyediakan area penempatan ogoh-ogoh, satu tenda untuk istirahat pesert dan perangkat gambelan. Untuk Rigging stage atau display ogoh-ogoh sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing peserta,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang akan dilombakan di tingkat Kabupaten wajib sudah siap dan berada di lokasi penilaian di seputaran GWS mulai 11 sampai 12 Maret 2026.

Berita Terkait:  Diskominfo Tabanan Gelar Monev KIP dan Apresiasi Desa 2026, Dorong Tata Kelola Transparan

Terkait pawai, Subagia menjelaskan secara rinci teknis pelaksanaannya. “Pawai Ogoh-Ogoh Dewasa akan dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WITA dengan titik start di depan GWS. Peserta bergerak menuju Jalan Gunung Agung ke arah selatan sampai Patung Sagung Wah, kemudian berbelok ke kanan menuju Jalan Parkit di depan panggung kehormatan, sebelah selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya, untuk melaksanakan atraksi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa setiap peserta diberikan durasi penampilan maksimal 10 menit di depan panggung kehormatan. “Setelah selesai melaksanakan atraksi, peserta melanjutkan ke arah barat, kemudian belok kanan ke utara menuju Jalan Sri Gunting di sebelah barat Gedung Kesenian I Ketut Marya, lalu kembali ke timur menuju Jalan Gunung Agung dan finis di Lapangan GWS. Tim juri akan menetapkan Juara Terbaik I, II, dan III, sedangkan Juara Harapan I, II, dan III ditentukan oleh juri kehormatan,” pungkasnya. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI