Barometer Bali | Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali meminta seluruh jajarannya agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba jika tidak karier hancur. Menurutnya, aparat kepolisian harus menjadi teladan dalam upaya pemberantasan narkotika di Bali.
Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan pemusnahan ribuan gram barang bukti narkoba dengan berbagai jenis di Mapolda Bali, Rabu (4/3/2026).
“Tidak boleh! Itu bisa merusak. Konsekuensi yang paling ringan adalah diproses hukum, itu paling ringan, tapi diatasnya ya sudah masa depan rusak, tubuh rusak, hancurlah, hidup segan mati tak mau. Masih hidup tapi kondisi tubuh sudah rusak semua. Itulah bahaya narkoba,” tegas Irjen Pol Adityajaya.
Selain ditujukan kepada anggotanya, ia juga mengimbau seluruh pihak agar tidak pernah mencoba, mendekati, apalagi terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Ia menegaskan, keterlibatan sekecil apa pun dapat merusak diri sendiri, keluarga, dan institusi.
“Mari kita perkuat ketahanan keluarga dan lingkungan,” imbaunya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan terkait dalam upaya memberantas penyalahgunaan serta peredaran narkoba di Provinsi Bali.
“Jangan pernah puas dan terus tingkatkan kuantitas maupun kualitas pengungkapan narkoba di Provinsi Bali yang kita cintai ini,” ujarnya.
Irjen Pol Adityajaya berharap masyarakat yang melihat, mendengar, atau mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba segera melaporkannya kepada pihak kepolisian maupun instansi terkait, seperti BNN, agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Untuk pihak kepolisian bisa melapor langsung melalui layanan 110, itu 24 jam. Kami bisa pastikan akan respon dengan segera. Jangam takut dan jangan ragu,” pungkasnya.











