Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Aksara Bali merupakan warisan budaya adiluhung yang harus digunakan secara disiplin oleh masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Minggu (1/2/2026).
Menurut Koster, aksara yang diwariskan leluhur Bali memiliki nilai filosofi dan identitas yang sangat kuat.
“Saya sebagai peneliti berpikir bagaimana leluhur kita bisa menciptakan aksara yang luar biasa untuk diwariskan. Kita mewarisi aksara yang begitu indah, tugas kita hanya menggunakannya dengan tertib,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aksara Bali tidak boleh sekadar menjadi ornamen atau dekorasi semata.
“Aksara Bali itu bukan sekadar pajangan. Pesannya adalah bagaimana kita menjaga warisan untuk memperkuat jati diri dan karakter sebagai orang Bali,” katanya.
Karena itu, Koster mengajak masyarakat Bali agar tidak ragu menggunakan aksara daerah dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan malu gunakan Aksara Bali. Justru harus bangga,” tandasnya. (red)











