Barometer Bali | Buleleng – Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menegaskan bahwa Pujawali Purnama Kawulu di Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Pura Agung Besakih, merupakan momentum penting untuk penyucian sekala dan niskala sekaligus pengingat bagi pratisentana Pasek agar senantiasa eling kepada leluhur.
Hal tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri rangkaian upacara Nedunang Ida Bhatara di Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Desa Rendang, Karangasem, Minggu (1/2).
Dalam prosesi sakral tersebut, Wagub Giri Prasta yang juga Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali turut ngaturang ayah mundut Pralingga Ida Bhatara Catur Lawa Ratu Pasek untuk distanakan di Meru Pesamuhan.
Usai upacara, ia menegaskan bahwa pujawali bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan batin bagi seluruh pratisentana Pasek untuk memperkuat bhakti kepada leluhur.
“Baru saja kita melaksanakan upacara sekala-niskala, yakni pengukuhan pengurus MGPSSR kabupaten dan kecamatan se-Karangasem yang bertepatan dengan pawatekan Pujawali Ida Bhatara Sesuhunan Mpu Gni Jaya. Sebagai pratisentana-Nya, mari kita eling lan bersyukur, menghaturkan sembah sujud selama pujawali berlangsung,” ujar Giri Prasta.
Menurutnya, bhakti kepada leluhur harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga persatuan, kedamaian sosial, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Bali.
Rangkaian pujawali sendiri masih akan berlangsung hingga puncak karya pada 2 Februari 2026 dan penyineban pada 5 Februari 2026. (red)











