Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan pentingnya peran perempuan Hindu sebagai benteng utama pelestarian budaya Bali di tengah derasnya pengaruh globalisasi, pariwisata, dan perkembangan teknologi. Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2).
Dalam sambutan Gubernur Koster yang dibacakan Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, ditegaskan bahwa perempuan Hindu memiliki peran strategis dalam menjaga identitas Bali melalui pendidikan budaya sejak dini di lingkungan keluarga.
“Di tengah gempuran budaya asing yang masuk melalui pariwisata dan teknologi, anggota WHDI harus menjadi filter utama dengan cara mendidik anak-anak untuk menggunakan bahasa Bali, bangga berbusana Bali, dan bangga menjadi orang Bali,” tegas Gubernur Koster.
Ia menilai selama hampir empat dekade WHDI telah menunjukkan pengabdian nyata dalam menjaga kualitas perempuan Hindu, memperkokoh keluarga, serta melestarikan nilai-nilai dharma di tengah masyarakat Bali.
Menurutnya, pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sangat sejalan dengan program WHDI yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pembentukan karakter generasi muda hingga penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
“Tanpa peran perempuan yang kuat, taksu Bali bisa meredup secara perlahan. Karena itu keberadaan WHDI sangat penting dalam menjaga nilai-nilai tradisi, spiritualitas, dan kebudayaan Bali,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-38 WHDI Bali kali ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan pelestarian budaya, seperti lomba mekidung, makekawin, medharma wacana, serta pembuatan gebogan yang melibatkan anggota WHDI dari berbagai daerah di Bali. (red)











