Gubernur Koster: Tanpa Perempuan Kuat, Taksu Bali Bisa Meredup

Screenshot_20260315_164429_Chrome
Rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa peran perempuan sangat menentukan keberlangsungan nilai-nilai budaya dan spiritualitas Bali. Tanpa perempuan yang kuat dalam menjaga tradisi, taksu atau energi spiritual Bali dikhawatirkan akan meredup seiring perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Koster pada rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2).

Sambutan tersebut dibacakan oleh Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani. Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas kontribusi WHDI yang selama hampir empat dekade telah mengabdikan diri dalam menjaga kualitas perempuan Hindu, memperkokoh ketahanan keluarga, serta melestarikan nilai-nilai dharma di tengah masyarakat Bali.

“Selama hampir empat dekade WHDI mengabdikan diri dalam menjaga kualitas perempuan Hindu, memperkokoh keluarga, menjaga nilai-nilai dharma, serta berkontribusi nyata secara sekala dan niskala di tengah masyarakat. Tanpa peran perempuan yang kuat, taksu Bali tentunya akan meredup secara perlahan,” ujar Koster.

Berita Terkait:  Pemkot Denpasar Gelar Talk Show Digital Seru, PAUD Bermutu, Libatkan Ratusan Pendidik PAUD

Menurutnya, program-program WHDI yang menyentuh langsung masyarakat telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memberikan edukasi sastra dan agama kepada masyarakat.

Gubernur Koster juga menilai arah pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki keselarasan dengan berbagai program WHDI yang menyentuh pilar kehidupan masyarakat, mulai dari pembentukan karakter generasi muda, penguatan ekonomi keluarga, hingga pemberdayaan perempuan.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menitipkan tiga hal penting kepada WHDI untuk memperkuat pelestarian budaya Bali ke depan. Pertama, penguatan tatwa, yakni memastikan perempuan Hindu memahami makna filosofis dari setiap upacara keagamaan agar tidak hanya menjalankan ritual, tetapi juga memahami nilai spiritualnya.

Berita Terkait:  Adi Arnawa Dorong Inovasi Yowana Dalam Parade Ogoh-Ogoh Desa Sulangai

Kedua, penguatan kemandirian ekonomi, dengan mendorong anggota WHDI untuk berdaya melalui pengembangan IKM dan UMKM berbasis budaya Bali yang sekaligus dapat memperkuat branding produk lokal Bali.

Ketiga, menjadikan anggota WHDI sebagai benteng budaya di tengah derasnya pengaruh budaya asing melalui pariwisata dan teknologi. Perempuan, menurutnya, memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak untuk mencintai budaya Bali, menggunakan bahasa Bali, serta bangga mengenakan busana adat Bali.

“Perempuan adalah sumber energi dan kekuatan. Karena itu WHDI harus mampu menjadi organisasi yang berani menolak hal-hal yang dapat merusak adat dan budaya Bali serta berani tampil membela kebenaran yang berlandaskan dharma,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua WHDI Provinsi Bali Tjok Istri Sri Rasmawati Yudhara menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan serta memperkuat peran keluarga dalam membangun generasi masa depan.

Berita Terkait:  Apel Peringatan HUT Ke-238 Kota Denpasar, Walikota Jaya Negara Ajak Perkuat Harmoni dan Kolaborasi Pembangunan

“Berbicara tentang generasi emas, kami akan terus mendorong penguatan layanan yang bermutu dan berkelanjutan sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” paparnya.

Peringatan HUT ke-38 WHDI Provinsi Bali tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas.” Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Dharmagita Panca Yadnya oleh Penasihat WHDI Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, yang ditandai dengan prosesi nyurat Ongkara pada layar LED.

Selain itu, peringatan HUT WHDI juga diselaraskan dengan rangkaian Bulan Bahasa Bali, dengan berbagai lomba pelestarian budaya seperti mekidung, makekawin, medharma wacana, dan membuat gebogan, sebagai upaya memperkuat peran perempuan dalam mewariskan nilai-nilai luhur budaya Bali kepada generasi muda. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI