Barometer Bali | Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kolaborasi dengan civitas academica. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) 2026 yang melibatkan empat perguruan tinggi dan ratusan mahasiswa di berbagai desa di Bali.
Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, mengatakan sinergi dengan Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Warmadewa, dan Universitas Dhyana Pura merupakan strategi untuk memperluas pemerataan literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat penutupan pembekalan khusus KKN LIK 2026 di Kantor OJK Provinsi Bali.
“OJK tidak dapat berjalan sendiri dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah, khususnya di Provinsi Bali. Diperlukan aliansi strategis untuk mewujudkannya, bersama bergotong royong Sagilik Saguluk, Salunglung Sabayantaka, Paras Paros Sarpanaya,” ujar Parjiman.
KKN LIK 2026 akan berlangsung selama Juli hingga Agustus 2026 di sembilan kabupaten/kota di Bali, mencakup delapan kabupaten dan Kota Denpasar. Sebanyak 687 mahasiswa akan diterjunkan ke 50 desa untuk melaksanakan berbagai program edukasi keuangan kepada masyarakat.
Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, seluruh peserta mendapatkan pembekalan mengenai tugas dan fungsi OJK, pelindungan konsumen, kewaspadaan terhadap kejahatan di sektor jasa keuangan, pengelolaan keuangan, serta berbagai materi pendukung lainnya. Pembekalan dilaksanakan secara bertahap pada 6 hingga 9 Juli 2026 di masing-masing perguruan tinggi.
Program KKN LIK 2026 merupakan penyelenggaraan keempat sejak pertama kali dilaksanakan pada 2023. Selama tiga tahun terakhir, program tersebut telah menjangkau 100 desa di Bali dengan melibatkan lebih dari 1.500 mahasiswa.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta KKN LIK 2026 memperoleh perlindungan jiwa dan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan serta top up dana investasi di pasar modal dari Bursa Efek Indonesia bagi civitas academica yang telah memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN).
OJK berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan program edukasi yang akan dijalankan mahasiswa, seperti edukasi ke banjar, edukasi keluarga cerdas keuangan, edukasi di sekolah, edukasi pemuda desa, hingga survei potensi desa serta survei literasi dan inklusi keuangan. OJK juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. (rah)











