Sosialisasi PMBG, Tuti Kusuma Wardhani Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis

IMG-20260316-WA0054
Anggota Komisi IX DPR RI, Tuti Kusuma Wardhani,saat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis, pada Minggu (15/3/2026) (Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Anggota Komisi IX DPR RI, Tuti Kusuma Wardhani, memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mensosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (PMBG) kepada masyarakat di Kota Denpasar.

Kegiatan tersebut bertempat di Masjid Besar Al-Muhajirin, Kampung Bugis, Kepaon, Minggu (15/3/2026), bertepatan dengan acara buka puasa bersama.

Dalam kegiatan tersebut, Tuti juga membagikan makanan bergizi kepada jamaah dan masyarakat yang hadir di masjid.

“Kegiatan sosialisasi PMBG yang dilaksanakan ini bertepatan dengan acara berbuka puasa, dan sekaligus bisa berbagi PMBG kepada saudara Muslim di Masjid Besar Al-Muhajirin,” kata Tuti.

Berita Terkait:  Koster Ungkap Pertemuan Pejabat Pemprov dengan Kejaksaan Agung: Bahas Data dan Optimalisasi PWA

Ia menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan pengawasan dan partisipasi masyarakat.

“Soal sukses dan tidaknya PMBG ini tergantung kepada masyarakat, yakni sejauh mana ikut mengawal program ini agar ke depannya lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Tuti menambahkan, untuk memastikan program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat, setiap wilayah seperti desa adat maupun kelurahan diharapkan memiliki dapur MBG sebagai pusat distribusi makanan bergizi.

Berita Terkait:  PLN Berhasil Pulihkan Gangguan Transmisi Jawa–Bali kurang dari Satu Jam

Ia menilai wilayah dengan jumlah penduduk padat membutuhkan lebih dari satu dapur agar pelayanan bisa lebih optimal.

“Kalau wilayah padat penduduk seperti di Desa Pemogan, kalau bisa dapur MBG harus lebih dari satu,” ucapnya.

Menurut Tuti, saat ini keterbatasan jumlah dapur MBG masih menjadi kendala dalam menjangkau seluruh masyarakat. Di wilayah Provinsi Bali misalnya, diperkirakan dibutuhkan sekitar 350 titik dapur MBG.

Berita Terkait:  Kukuhkan Ribuan Pengurus Anak Ranting, Ranting dan PAC Denpasar, Koster: Ini Bukan Seremonial tapi Amanah Perjuangan dan Tanggung Jawab Moral

Sementara hingga kini, layanan baru tersedia di sekitar 147 dapur.

“Maka dari itu, kami dari DPR RI terus gencar melakukan sosialisasi PMBG. Ini program pemerintah pusat yang ke depannya harus bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap dukungan masyarakat dapat memperkuat pelaksanaan program tersebut sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas.

“Semoga ke depannya PMBG menjadi program prioritas untuk bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat lewat makanan sehat dan bergizi,” pungkasnya.(rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI